Mon, 18 May 2026

Di Balik Selempang Duta, Cerita Yusup sebagai Brand Ambassador UIN Bandung

Reporter: MUHAMAD ZAKARIYA | Redaktur: ANGGIA ANANDA SAFITRI | Dibaca 1628 kali

(Sumber foto: Dokumentasi Pribadi)

JURNALPOSMEDIA.COM – Ahmad Yusup merupakan mahasiswa Program Studi Biologi UIN Bandung yang berasal dari Purwakarta. Ia tumbuh sebagai pribadi yang memandang pendidikan bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan perjalanan yang perlu dijalani dengan kesadaran dan makna. Bagi Yusup, masa kuliah adalah fase penting untuk mencoba, belajar, dan mengenali diri.

Sejak awal perkuliahan, Yusup memiliki prinsip untuk “meromantisasi” perjalanan pendidikannya. Ia percaya bahwa selama empat tahun masa kuliah, mahasiswa tidak hanya dituntut membawa pulang nilai, tetapi juga pengalaman hidup. Dari prinsip tersebut, Yusup terdorong untuk aktif di berbagai kegiatan di luar kelas yang membantunya berkembang secara personal dan sosial.

Semangat Yusup dalam berkegiatan juga tidak lepas dari peran keluarga sebagai sumber dukungan utama. Komunikasi yang terjaga dengan keluarga menjadi energi positif yang membantunya tetap bertahan di tengah kesibukan. Selain itu, lingkungan pertemanan yang suportif membuatnya merasa tidak sendiri dalam setiap tahap perjalanan pendidikannya, mulai dari bangku sekolah hingga dunia perkuliahan.

Latar belakang inilah yang kemudian membentuk cara pandang Yusup dalam menjalani peran sebagai mahasiswa sekaligus brand ambassador kampus. Ia tidak hanya hadir sebagai representasi institusi, tetapi juga sebagai individu yang terus belajar dan bertumbuh melalui setiap proses yang dijalani.

Di balik aktivitasnya sebagai brand ambassador UIN Bandung, Yusup menjalani peran ganda sebagai mahasiswa dan representasi kampus. Mahasiswa Biologi UIN Bandung ini memanfaatkan dunia duta kampus sebagai ruang belajar di luar kelas. Pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya tentang pendidikan dan pengabdian. Wawancara dilakukan secara langsung pada Minggu (14/12/2025).

Yusup memaknai masa kuliah sebagai fase mencoba banyak hal. Ia percaya pengalaman tidak hanya lahir dari nilai akademik. Prinsip itu membawanya aktif di berbagai program kepemudaan dan edukasi.

Yusup menuturkan keterlibatannya sebagai brand ambassador UIN Bandung berangkat dari keberaniannya mencoba peran baru. Ia melihat dunia duta kampus sebagai ruang representasi dan pembelajaran publik. Aktivitas tersebut memperluas wawasannya tentang komunikasi dan kepemimpinan.

Ia mengaku semangatnya tumbuh dari dukungan keluarga dan pertemanan. Lingkaran terdekat memberi energi positif dalam setiap proses. Kondisi itu membuatnya jarang merasa sendiri.

Support system itu penting karena bisa menguatkan ketika semangat menurun,” ujar Yusup ketika diwawancarai.

Perjalanan Yusup sebagai brand ambassador UIN Bandung menjadi titik penting dalam aktivitas organisasinya. Ia terlibat dalam berbagai agenda kampus dan kepemudaan. Peran tersebut menuntutnya menjaga citra kampus di ruang publik.

Selain sebagai brand ambassador UIN Bandung, Yusup juga memiliki pengalaman kedutaan lain. Ia pernah dipercaya sebagai Putra Biologi pada 2024. Yusup juga terlibat sebagai duta kepemudaan dan brand ambassador pada sejumlah platform edukasi. Pengalaman itu memperluas jejaring sekaligus melatih kepekaannya terhadap isu sosial dan pendidikan.

Menurut Yusup, menjadi mahasiswa terbaik berarti berkontribusi bagi masyarakat. Ia menilai nilai akademik tidak cukup tanpa pengalaman sosial. Aktivitas duta membuka ruang belajar baru yang tidak ia temukan di kelas.

Di balik aktivitasnya, Yusup menghadapi tantangan manajemen waktu. Ia mengakui sering merasa kewalahan mengatur jadwal. Perencanaan mingguan dan target jangka panjang membantunya bertahan.

Yusup juga kerap berada di titik ingin menyerah. Rasa kecewa tetap hadir meski rencana sudah disusun. Ia memilih evaluasi diri sebagai cara bangkit.

“Saya ingin menjadi versi diri yang lebih baik dari masa lalu,” ujarnya.

Yusup memegang prinsip dream, pray, action dalam hidupnya. Ia menuliskan mimpi sebagai bentuk komitmen pribadi. Doa ia maknai sebagai laporan harapan kepada Tuhan

Ia bercita-cita membangun lembaga pendidikan dan ruang ekspresi menulis. Yusup ingin menghadirkan platform edukatif yang inklusif. Baginya, masa muda adalah waktu paling jelas untuk berkembang.

“Hidup sekali, maka gunakan masa emas untuk mencoba hal baru,” tuturnya.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama