Sun, 19 May 2024

16 Jam Hilang, Korban Tenggelam Danau Buatan Masjid Al Jabbar Ditemukan

Reporter: Fiqi Ramades/ Magang | Redaktur: Muhammad Fauzan P | Dibaca 241 kali

Wed, 15 May 2019
Tim SAR gabungan Kota Bandung mengevakuasi korban tenggelam di danau buatan Mesjid Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Selasa (14/05/2019). Korban berinisial 'D' diduga tenggelam karena terpeleset saat sedang memancing. (Fiqi Ramades/ Magang)

JURNALPOSMEDIA.COM – Korban tenggelam di danau buatan Masjid Terapung  Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, ditemukan oleh Tim SAR gabungan Kota Bandung, Selasa (14/052019) sore. Korban ditemukan  setelah dilakukan pencarian selama belasan jam.

Berbagai metode telah diupayakan semaksimal mungkin agar korban bisa ditemukan dengan cepat dan selamat. Namun, korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

“Posisinya korban tepat dengan titik yang kita diprediksikan itu hampir di tepian danau. Di mana yang di situ banyak sedimen lumpur,” ujar  Joshua anggota Tim SAR Kota Bandung kepada Jurnalposmedia, Selasa (14/5/2019).

Ada beberapa metode untuk memudahkan pencarian korban. Di antaranya penjaringan, pengurasan debit air danau,  penyisiran permukaan air, dan penyelaman ke dalam danau oleh para anggota SAR gabungan.

Pencarian dimulai sejak Selasa dini hari pukul 01.20 WIB dan berakhir pukul 16.20 WIB dengan membawa tubuh korban yang berinisial “D” dengan kondisi kaku berlumuran lumpur. Debit air danau yang mencapai ketinggian 5 meter dan visibilitas para anggota di dalam air mencapai  angka 0 menjadi kendala dalam pencarian.

Menurut kabar yang tersebar, korban diduga terpeleset ketika sedang bermain di tepi danau. Tetapi ada pula yang menduga korban kesurupan sebelum akhirnya menghilang dan tenggelam.

“Kejadiannya sih awalnya niat mancing. Sebelumnya ngobrol dulu terus dia gak sadarin diri dan berontak ngomong gak jelas ketawa-ketawa sendiri. Dia jalan ke pinggir danau langsung menghilang,” ujar warga yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.

Sebelumnya, keponakan “D” sudah berusaha menyadarkan dengan memeluk erat pamannya. Tetapi ia justru jatuh terdorong oleh “D” yang sedang memberontak. Ketika kakak ipar datang menyusul, “D” sudah tidak berada di tempat.

Tim SAR gabungan mengimbau warga lokal maupun pendatang yang beraktivitas di sekitar danau untuk lebih waspada dan lebih mengutamakan keselamatan. Jangan sampai menganggap danau buatan tersebut tidak dalam.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments