Muhammad Hafidz Rakana: Jurnalistik adalah Segala Hal Tentang Perjuangan dan Pengorbanan

JURNALPOSMEDIA.COM – Setelah melewati beberapa rangkaian kegiatan, perayaan Jurnalistik Anniversary Celebration (Junction) menjadi puncak perayaan Hari Ulang Tahun Jurnalistik UIN Bandung yang ke-24. Acara dihadiri mahasiswa dan alumni Jurnalistik di gedung Abdjan Soelaeman, kampus I UIN Bandung, Sabtu (21/5/2022).

Selain itu, gaya era 90-an dipilih menjadi aturan berbusana pada acara yang mengusung tema “Terekam Takkan Pernah Mati”.

Ketua pelaksana, Hafidz Rakana menjelaskan, tidak hanya untuk memperingati hari jadi Jurnalistik, acara ini juga bertujuan untuk menyambung silaturahmi antara mahasiswa Jurnalistik.

“Tujuannya digelar acara ini, yaitu untuk menyambung tali silaturahmi antar mahasiswa jurnalistik juga untuk memeriahkan hari ulang tahun jurnalistik yang ke 24 tahun,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Sabtu (22/5/2022).

Hafidz kembali menjelaskan, pemilihan nama Junction untuk acara ini juga memiliki makna tersendiri.

“Diberi nama Junction karena Junction sendiri itu memiliki pengertian perempatan. Di mana kalau saya mengartikan, dulu kita mungkin bersama, tapi sebentar lagi kita berpisah mengejar cita-cita masing-masing. Dari persimpangan itu, kita bisa kembali bertemu lewat acara Jurnalistik,” jelasnya.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh birokrat jurusan Jurnalistik. Tidak lupa renungan doa bersama yang dipimpin Presiden Mahasiswa Jurnalistik, Rizki Muhamad Nasrullah. Kemudian, berlanjut dengan beberapa penampilan seni, seperti musik, teater, dan tari tradisional.

Hafidz berharap, jurusan Jurnalistik UIN Bandung bisa mewadahi semua bakat-bakat mahasiswa dalam segala aspek. Hal itu perlu ditunjang juga dengan semangat dan kemauan dari setiap anggotanya untuk terus belajar.

“Setidaknya jangan pernah berhenti berusaha karena jurnalistik adalah segala hal tentang perjuangan dan pengorbanan,” tegasnya.

Salah satu mahasiswa Jurnalistik, Lukman Hidayat mengungkapkan, ia merasa senang saat menghadiri acara Junction. Menurutnya, acara tersebut mampu mendorong kreativitas, khususnya dalam bidang seni dan kewirausahaan.

“Ada panggungnya, kreasi seni, jadi anak-anak memang suka seni, terus saya juga ingin menguji kepedean (percaya diri) juga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lukman menjelaskan, acara Juction berada di situasi setelah pandemi sehingga masih banyak mahasiswa Jurnalistik yang belum bisa menyempatkan hadir karena terkendala jarak regional.

“Acaranya rame, sayangnya karena mungkin masih hybrid jadi penontonnya kurang banyak,” pungkasnya.

Rekomendasi
Leave A Reply

Your email address will not be published.