Sun, 15 March 2026

Wisuda ke-106 UIN Sunan Gunung Djati Bandung Terapkan Pembatasan Akses dan Sistem Satu Gerbang

Reporter: Nida Rasya Kania | Redaktur: Ravi Ahmad Maulana | Dibaca 810 kali

Sumber foto: Nida Rasya Kania

JURNALPOSMEDIA.COM – UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Wisuda ke-106 di Gedung Anwar Musaddad, Sabtu (14/2/2026), dengan sejumlah perubahan teknis, terutama pada kapasitas dan aturan akses orang tua.

Terdapat 1.500 wisudawan yang terdaftar di periode ini. Jumlah tersebut meningkat dibanding dengan wisuda periode sebelumnya.

Selaku protocol officer wisuda, Muhammad Dzikri F menyebutkan sejumlah perubahan teknis pada pelaksanaan wisuda kali ini, yaitu orang tua dan tamu wisudawan tidak lagi berada di dalam gedung seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

“Bedanya lumayan berasa di kapasitas dan aturan orang tua. Periode lalu kursinya cuma buat 1.300 orang, sekarang nambah jadi 1.500. Terus kalau dulu orang tua masih bisa duduk di tribun (lantai atas), sekarang orang tua sama sekali nggak boleh masuk, kecuali orang tua dari wisudawan terbaik (Adhi Jati) dan tahfidz,” ungkapnya pada saat diwawancarai Jurnalposmedia (14/2/2026).

Area dalam gedung serta seluruh rangkaian wisudawan dikendalikan oleh protokol. Sementara itu, orang tua dan tamu dikoordinasikan oleh Resimen Mahasiswa (Menwa), sedangkan pengelolaan parkir menjadi tanggung jawab staf satpam UIN.

Persiapan wisuda dilakukan selama 2 hari untuk menyiapkan fasilitas dan 1 hari untuk geladi. Namun, selama acara panitia mengakui adanya sejumlah kendala terutama terkait dengan kedisiplinan wisudawan.

Di sisi keamanan dan ketertiban, kepala staf satuan pengamanan UIN, Dedi Rosadi menjelaskan beberapa gerbang alternatif kampus seperti gerbang Manisi dan gerbang Dibawah Pohon Rindang (DPR) ditutup untuk menegaskan sistem satu gerbang.

“Kalau dibuka, pedagang banyak yang masuk dan area jadi tidak tertib. Jadi sekarang kami kembali ke sistem satu pintu,” ujarnya.

Ia menegaskan masih ada sejumlah pedagang yang lolos masuk ke area acara. Namun, satpam tidak memiliki kewenangan untuk menertibkan pedagang karena fokus tugas mereka pada pengamanan dan pengaturan parkir.

Selama wisuda berlangsung, satpam mengarahkan untuk parkir di Kampus 2 UIN Bandung yang terletak di Panyileukan, namun karena jarak yang terlalu jauh, siasat tersebut justru dimanfaatkan oleh warga setempat untuk menyediakan lahan parkir di sekitar Kampus 1, sehingga terdapat kemacetan di bahu jalan.

Meski masih terdapat sejumlah kendala teknis dan kepadatan di sekitar area kampus, prosesi wisuda tetap berlangsung lancar hingga selesai. Pihak kampus menyatakan evaluasi akan tetap dilakukan guna memperbaiki kekurangan pada periode wisuda selanjutnya.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Terlama
Terbaru Suara Banyak
Inline Feedbacks
View all comments