Sun, 21 July 2024

Memasuki Musim Hujan Produksi Bata Menurun

Reporter: Reival Akbar | Redaktur: Monica Deasy Deria | Dibaca 262 kali

Thu, 9 November 2017
Pekerja mencetak batu bata menggunakan mesin press di kampung Oyod, Desa Racakasumba, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung Selasa (7/11/2017). Intensitas hujan yang tinggi membuat produksi batu bata mengalami penurunan. (Jurnalposmedia/ Reival Akbar)
Pekerja mencetak batu bata menggunakan mesin press di kampung Oyod, Desa Racakasumba, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung Selasa (7/11/2017). Intensitas hujan yang tinggi membuat produksi batu bata mengalami penurunan. (Jurnalposmedia/ Reival Akbar)

JURNALPOSMEDIA.COM – Memasuki musim hujan, produksi bata merah Pak Uep di Kampung Oyod, Desa Racakasumba, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung mengalami penurunan, Selasa (07/11/2017). Hal tersebut dirasakan pemilik pabrik dari pertengahan Oktober hingga sekarang.

Curah hujan yang tinggi mengakibatkan menurunnya produksi bata merah manual dan press milik Pak Uep yang hanya mengandalkan sinar matahari dalam proses pengeringannya. Biasanya, Pak Uep memproduksi empat puluh bata per hari, kini hanya mampu menghasilkan dua ribu bata per hari.

Seorang pekerja Soleh Kosmana, memaparkan proses pengeringan normalnya hanya membutuhkan waktu sepuluh hari. “Namun bila cuaca seperti sekarang hujan terus membutuhkan waktu dua minggu bahkan lebih,” ujarnya saat ditemui jurnalposmedia.

Pemilik pabrik Uep mengaku pasrah karena tidak bisa melawan cuaca dan tidak memiliki alat pengering selain sinar matahari. Kendati demikian, Aep tetap mempertahankan harga bata merah miliknya. “Untuk harga tidak berubah, tetap stabil dengan harga 550 rupiah per bata.” pungkasnya.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments