Sun, 8 March 2026

Melangkah Jauh dari Bangka, Menegakkan Asa di Hukum Pidana Islam

Reporter: Itsna Nursofiatun Ni’mah | Redaktur: KHOIRUNNISA FEBRIANI SOFWAN | Dibaca 1025 kali

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

JURNALPOSMEDIA.COM – Bagi Adzanah Mariska Salsabila, kuliah merupakan perjalanan panjang yang penuh tekad, pengorbanan, dan keberanian untuk melampaui batas diri. Mahasiswi semester tujuh Jurusan Hukum Pidana Islam, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Bandung ini membuktikan, jarak bukan penghalang untuk berprestasi, melainkan ruang untuk bertumbuh.

Perempuan kelahiran Sungailiat, Bangka Belitung, 21 September 2004 ini memilih meninggalkan kampung halaman demi satu tujuan, berkembang dan menjadi versi terbaik dari dirinya. Datang sebagai perantau dari Sumatera, Adzana yang akrab disapa Caca menyadari bahwa kuliah jauh dari rumah berarti menanggung tanggung jawab yang lebih besar.

“Ketika kita memilih kuliah jauh, maka target dan usaha yang dilakukan juga harus lebih tinggi,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin, (16/12/2025).

Langkah Caca menekuni dunia akademik tidak lahir begitu saja. Lingkungan keluarga yang menjadikan prestasi sebagai sesuatu yang wajar membentuk mental kompetitif dalam dirinya.

Melihat saudara-saudara meraih pencapaian mendorongnya untuk tidak berjalan setengah-setengah dalam menuntut ilmu. Dukungan keluarga menjadi fondasi kuat yang mengantarkannya bertahan dan terus berkembang hingga hari ini.

Masuk ke Jurusan Hukum Pidana Islam melalui jalur prestasi, Caca menemukan ruang yang menantang sekaligus membentuk cara berpikirnya. Jurusan yang kerap mendapat stigma keras dan kontroversial justru menumbuhkan keberanian intelektual dalam dirinya. Ia belajar melihat hukum tidak hanya secara tekstual, tetapi juga secara kontekstual dan kritis.

Menurut Caca, mahasiswa ideal tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan. Karena itu, sejak semester awal ia aktif mengikuti berbagai kompetisi debat hukum, puisi hukum, orasi, dan pidato, baik di tingkat kampus, regional, hingga nasional.

“Sebagai mahasiswa, kita harus bisa bersuara dan juga menulis. Keduanya sama-sama penting,” katanya.

Memasuki semester akhir, fokusnya mulai bergeser ke dunia kepenulisan ilmiah. Sejak semester lima, Caca konsisten menulis dan mempublikasikan artikel di jurnal bereputasi nasional maupun internasional. Hingga kini, ia telah menghasilkan lebih dari sepuluh artikel ilmiah yang membahas isu hukum pidana Islam, hukum tata negara, hingga partisipasi publik berbasis digital.

Perjalanan panjang tersebut berbuah manis. Pada tahun 2025, Caca dinobatkan sebagai Juara Umum dan Duta Mahasiswa Berprestasi Fakultas Syariah dan Hukum. Pencapaian ini memiliki makna tersendiri baginya karena diraih di tengah persaingan lintas jurusan dengan latar belakang mahasiswa yang beragam.

“Tantangan terberat itu bukan soal kemampuan, tapi bagaimana mengatur waktu dan tetap konsisten,” ujarnya.

Di balik deretan prestasi itu, Caca tidak menampik adanya rasa lelah dan keinginan untuk menyerah. Namun keyakinannya bahwa setiap proses memiliki makna membuatnya kembali bangkit.

“Saya percaya Allah tidak membawa saya sejauh ini hanya untuk gagal,” tuturnya.

Ke depan, Caca memiliki dua arah cita-cita besar. Di ranah praktis, ia ingin menjadi hakim sebagai bentuk kontribusi menjaga integritas penegakan hukum. Di ranah akademik, ia bercita-cita menjadi guru besar di bidang Hukum Pidana Islam.

Manusia, menurutnya hanya bisa berusaha dan merencanakan. Adapun hasil akhir tetap berada dalam kehendak Tuhan.

Melalui perjalanannya, Caca berpesan agar mahasiswa tidak menyia-nyiakan waktu dan tidak terlena oleh kenyamanan. Mahasiswa adalah tumpuan masa depan bangsa, sehingga karakter, disiplin, dan kesungguhan harus dibangun sejak hari ini.

Perjalanan Adzanah Mariska Salsabila menunjukkan bahwa prestasi bukan sekadar deretan piala atau sertifikat, melainkan hasil dari keberanian mengambil keputusan, kesediaan berproses, dan konsistensi untuk terus melangkah meski jalan yang ditempuh tidak selalu mudah.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Terlama
Terbaru Suara Banyak
Inline Feedbacks
View all comments