Thu, 29 February 2024

Kuliah Daring Diperpanjang, Bisnis Indekos Mahasiswa Alami Kerugian

Reporter: Indri Gita | Redaktur: Ghina Tsuroya | Dibaca 99 kali

Tue, 22 September 2020
UIN Bandung
Ketua DKM Masjid Ikomah,Bachrun Rifaai memegang penghargaan sebagai juara harapan dua lomba website masjid se-Jawabarat (Sumber : MEDIAJABAR.COM)

JURNALPOSMEDIA.COM– Bisnis indekos mahasiswa disekitar kampus UIN Bandung mengalami kerugian akibat dari sistem perkuliahan daring sejak Maret lalu, Selasa, (22/9/2020).

Kerugian yang dialami pemilik indekos bersumber dari banyaknya mahasiswa yang mengosongkan tempat kosnya. Belum lagi, hadirnya mahasiswa baru sebagai peluang penghuni kos, juga hilang begitu saja akibat sistem belajar dari rumah ini.

Presentase kerugian pengelola indekos bahkan mencapai 95% atau ditaksir hingga Rp 29 juta. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu pengelola indekos di wilayah Cipadung, Evi Yuliani.

Ia menjelaskan dampak besar akibat sepinya penghuni kos,“Omset langsung turun, karena hasil dari bisnis kosan itu untuk keperluan kuliah dan sehari-hari, terpaksa saya pun harus ngutang karna tidak ada pemasukan,” katanya melalui pesan Whatsapp, Kamis, (17/9/2020).

Salah satu cara Evi menutupi kerugian bisnis kosnya adalah dengan membuka jasa titip barang. Diperuntukkan bagi mahasiswa perantau yang tidak mengosongkan kamar kosnya. Tarif yang ditawarkan sebesar Rp 100 ribu untuk setiap bulannya.

Kerugian ini juga dialami pemilik kos khusus mahasiswi di wilayah Manisi, Irma Siti Maryani. Tidak adanya pemasukan dari mahasiswa indekos, membuntut pada pemeliharaan tempat yang tidak maksimal.

“Dampaknya ya kos-kosan jadi kurang terawat karena masalah biaya,” ungkapnya.

Kedua pengelola indekos ini berharap agar kondisi segera stabil. Sehingga mahasiswa dapat kembali berkuliah secara normal dan menempati kos seperti biasa.

Kebijakan lain yang dikeluarkan pengelola indekos, untuk menutupi kerugiannya adalah dengan tetap mematok sewa kos secara full bagi penghuni kos lama.

Namun, kebijakan ini juga dikeluhkan oleh para penghuni kos, karena mereka tidak menempati kamar yang disewa.

Salah satunya diungkapkan penghuni indekos, Iis Muslimah,“Kalau (bayar) setengahnya sih wajar aja, karena ada barang kita disana,” pungkasnya.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments