Sat, 7 March 2026

DPRD Jabar Bungkam, Motor Babinsa Hingga Mess MPR Ludes Dibakar

Reporter: Nadwa Dwi Nurcahyo | Redaktur: KHOIRUNNISA FEBRIANI SOFWAN | Dibaca 926 kali

(Sumber foto: Ravi Ahmad Maulana/Jurnalposmedia)

JURNALPOSMEDIA.COM  – Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar), Jl. Diponegoro, Kota Bandung, mencapai puncaknya dalam kobaran api pada Jumat (29/8/2025) malam. Sebuah sepeda motor dinas milik anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) ludes dibakar massa akibat tidak adanya tanggapan dari perwakilan rakyat.

Insiden ini menjadi klimaks dari demonstrasi yang menuntut pembatalan kenaikan tunjangan anggota DPR RI dan pengusutan tuntas kasus tewasnya pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan yang dilindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta sehari sebelumnya.

Situasi mulai memanas sejak sore hari. Ribuan massa yang terdiri dari mahasiswa, pengemudi ojol, dan berbagai elemen masyarakat telah berkumpul sejak siang. Namun, hingga malam menjelang, gerbang Gedung DPRD Jabar tetap tertutup rapat. Tak ada tanda-tanda dialog dari para legislator yang berkantor di dalamnya.

Berdasarkan pantauan Jurnalposmedia di lokasi, kekecewaan massa mulai tak terbendung sekitar pukul 15.00 WIB. Terlihat dari teriakan-teriakan berganti dengan aksi fisik. Massa yang didominasi pakaian hitam-hitam mulai merangsek maju, menembakkan petasan dan kembang api ke arah gerbang besi, hingga menyebabkan kawat berduri yang terpasang ikut terbakar.

Puncak eskalasi terjadi ketika massa melampiaskan amarahnya pada sebuah motor dinas yang terparkir di dekat lokasi. Menurut seorang mahasiswa peserta aksi, tindakan tersebut merupakan akibat langsung dari sikap abai para wakil rakyat.

“Kami sudah menunggu berjam-jam. Siang, sore, sampai malam. Tidak ada satu pun yang keluar menemui kami. Motor itu jadi sasaran karena kami marah, kami kecewa karena aparat dan pejabat seolah tuli,” ujar Farhan (21), seorang mahasiswa, kepada Jurnalposmedia di lokasi kejadian, Jumat (29/8/2025) sore.

Pembakaran motor ini bukan satu-satunya insiden. Beberapa jam sebelumnya, massa juga membakar sebuah bangunan di seberang Gedung DPRD. Menurut Safrudin, seorang pengemudi ojek online yang turut serta dalam aksi, tindakan itu dipicu oleh informasi yang beredar di antara massa.

“Itu soalnya tadi katanya ada polisi yang ngumpet di dalam. Terus massa marah, digeruduk, dan akhirnya dibakar,” jelasnya saat diwawancarai Jurnalposmedia pada Sabtu (30/8/2025).

Bangunan yang dimaksud kemudian dikonfirmasi oleh Kepala Biro Administrasi dan Pimpinan (Adpim) Pemprov Jabar, Akhmad Taufiqurrahman, sebagai mess aset milik MPR RI.

Rasa frustrasi ini dirasakan oleh banyak peserta aksi, termasuk Safrudin. Ia menyuarakan ketidakpuasan mendalam terhadap kinerja pemerintah dan aparat.

“Karena DPR sekarang semena-mena sama rakyat, gajinya besar tapi kerjanya jelek. Polisi juga sama aja, banyak oknumnya, kemarin juga sampai ngebunuh orang di Jakarta,” ungkapnya.

Gelombang protes di Bandung ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang serentak terjadi di berbagai kota besar, termasuk Jakarta dan Surabaya.

Hingga berita ini diturunkan, sisa-sisa amuk massa masih terlihat jelas. Pagar Gedung DPRD Jabar tampak gosong dan rusak, sementara bangkai sepeda motor yang terbakar menjadi saksi bisu dari malam yang panas. Pihak DPRD Jawa Barat maupun Komando Daerah Militer III/Siliwangi belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Terlama
Terbaru Suara Banyak
Inline Feedbacks
View all comments