Thu, 18 June 2026

Dari Ruang Kuliah ke Panggung Musik, Perjalanan The Kul-Kul Band

Reporter: ZULFA NAILIL MUNA | Redaktur: RIANITARI LATIFA | Dibaca 22 kali

Sumber Foto: Putri Anggira Sabitha

JURNALPOSMEDIA.COM – The Kul-Kul bukan sekadar band bagi enam mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik UIN Bandung. Grup musik ini menjadi ruang untuk menyalurkan hobi sekaligus merajut mimpi melalui karya dan penampilan di berbagai kesempatan.

Drummer The Kul-Kul, Fatwa Febriansyah Pasaribu, mengatakan bahwa nama band tersebut lahir secara tidak sengaja ketika salah satu anggota sedang menikmati es kulkul saat makan siang bersama.

“Waktu itu ada yang makan es kulkul, lalu ada yang nyeletuk, ʻThe Kulkul, The Kulkul, wah ini kalau jadi nama band bakal keren dan kocak nihʼ. Dari situlah akhirnya nama itu dipakai sampai sekarang,” ujarnya saat diwawancarai Jurnalposmedia, Jumat (12/6/2026).

Band tersebut pertama kali terbentuk pada 12 November 2025 dengan formasi awal yang hanya diisi oleh lima orang dari mahasiswa Jurnalistik 25B. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan kebutuhan penampilan di Pekan Seni Jurnalistik, formasi band mengalami beberapa perubahan.

Hingga akhirnya The Kul-Kul menetapkan personel yang terdiri dari Fatwa Febriansyah sebagai drummer, Putri Anggira dan Azmil Aziz sebagai vokalis, Rizki sebagai bassis, serta Hans Hania dan Zabili Autori sebagai gitaris.

Pada awal terbentuknya, The Kul-Kul memperkenalkan diri melalui promosi dari mulut ke mulut serta media sosial. Mereka juga aktif dalam mengikuti berbagai acara, seperti pada acara Arena Gembira dan Jelita yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik UIN Bandung, serta acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi dan Manajemen Universitas Pasundan Bandung.

Meski belum merilis lagu sendiri, The Kul-Kul telah memiliki beberapa draft lagu. Namun, proses produksi masih terkendala pendanaan dan kesiapan dari masing-masing personel.

Bagi Fatwa, lagu Pastikan Riuh Akhiri Malammu milik Perunggu menjadi salah satu lagu yang paling berkesan karena memiliki nilai emosional tersendiri. Selain itu, antusiasme para pendukung The Kul-Kul saat menyanyikan lagu tersebut bersama-sama menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

Sementara itu, vokalis The Kul-Kul, Putri Anggira, mengaku setiap lagu yang dibawakan memiliki kesan tersendiri. Namun, lagu Everything U Are dari Hindia menjadi lagu yang paling ditunggu oleh penonton. 

Putri juga menyebut penampilan pada acara Jelita dalam rangka perayaan hari jadi Jurusan Jurnalistik menjadi salah satu momen paling berkesan bagi mereka.

“Kebetulan itu panggung ketiga kami, dan yang paling berkesan tentu saat Jelita kemarin karena pertama kalinya membawa nama kami di anniversary jurusan. Audiens juga terasa sangat excited,” ujarnya.

Putri menambahkan bahwa menjaga kekompakan dalam sebuah band bukanlah hal yang mudah, setiap anggota memiliki karakter dan pandangan musik yang berbeda. Namun, komunikasi yang baik serta seringnya berdiskusi menjadi kunci utama yang menjaga kekompakan antar anggota The Kul-Kul. 

Ke depannya, The Kul-Kul berharap dapat dikenal lebih luas, memiliki single maupun album sendiri, serta membawa nama Jurnalistik maupun UIN Bandung melalui karya-karya musik mereka.

Di akhir wawancara, Putri membagikan pesan kepada generasi muda yang ingin mulai berkarya di bidang musik.

“Jangan takut untuk berkarya dan punya mimpi, terutama di dunia musik, karena sesuatu tidak akan terasa sia-sia jika ditekuni. Mulai dari hal kecil saja, nanti cakupannya akan semakin besar,” pungkasnya. 

Berawal dari candaan saat makan es kulkul, The Kul-Kul kini tumbuh menjadi ruang bagi enam mahasiswa untuk belajar, berkarya, dan merajut mimpi bersama. Meski perjalanan mereka masih panjang, semangat untuk terus bermusik menjadi alasan mereka tetap melangkah hingga hari ini.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama