Sat, 2 May 2026

Dari Rakyat untuk Rakyat, Kendoeri Rakjat Warnai HUT ke-80 RI di GIM Bandung

Reporter: FITRI AWALIYAH, MEGA NURIANTI | Redaktur: KHOIRUNNISA FEBRIANI SOFWAN | Dibaca 2034 kali

(Sumber foto: Della Pratama Putri/Jurnalposmedia)

JURNALPOSMEDIA.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia dirayakan melalui Upacara Bendera dan Kendoeri Rakjat di Gedung Indonesia Menggugat (GIM). Perayaan ini dilaksanakan tepat pada hari kemerdekaan, Minggu (17/8/2025) pada pukul 08.30 WIB pagi.

Ketua Lembaga Seni Manikam Khatulistiwa, Vinny Soemantri, mengatakan kegiatan ini sudah lama digelar oleh kalangan seniman dan budayawan. Tahun ini, perayaan dikemas dengan konsep kenduri rakyat.

“Sebetulnya sudah dari lama diadakan oleh para seniman, budayawan di Kota Bandung. Dan belakangan ini kami meramaikan juga dengan pesta atau kenduri rakyat,” ujarnya saat ditemui Jurnalposmedia pada Minggu (17/08/2025).

Menurutnya, tujuan dari konsep tersebut adalah menumbuhkan rasa nasionalisme dengan cara sederhana, berbeda dari upacara bendera pada umumnya dengan menampilkan tarian dan musik tradisional.

Vinny menegaskan acara terbuka untuk semua kalangan. Tidak hanya seniman dan budayawan, tetapi juga anak muda, termasuk pramuka dan pelajar dengan tujuan regenerasi. Ia mengakui perayaan tahun ini lebih sederhana karena sosialisasi baru dilakukan tiga hari sebelumnya. Meski demikian, semangat untuk mengibarkan bendera Merah Putih tetap terjaga.

Dalam harapannya, Vinny mengajak masyarakat menjadi pejuang kebenaran demi Indonesia yang lebih baik.

“Harapannya cukup banyak yang harus dibenahi, kita tidak bisa menutup mata. Jadi mari sama-sama jadi pejuang kebenaran. Untuk berani speak up agar negara Indonesia yang lebih baik. Indonesia emas itu jangan hanya sekadar slogan. Merdeka!” serunya.

Salah seorang pengunjung, Dini Destari, menilai acara ini mampu memperkuat nilai persatuan dan kebudayaan Indonesia.

“Acaranya bagus sekali, karena ini memang perayaan untuk kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dan ini biasanya rutin dilakukan untuk mengenang jasa-jasa pahlawan kita, serta memperkenalkan budaya dan tradisi kita untuk menghargai leluhur kita,” pungkasnya.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama