Mon, 16 March 2026

Alasan Israel Terus Menyerang Palestina

Reporter: Mega Nuriati | Redaktur: Ravi Ahmad Maulana | Dibaca 1269 kali

Sumber foto: iStock

JURNALPOSMEDIA.COM – Serangan Israel terhadap Palestina kembali memicu perhatian internasional. Eskalasi yang terjadi dinilai bukan peristiwa spontan, melainkan bagian dari konflik panjang yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan belum menemukan penyelesaian politik yang jelas.

Dilansir dari video berjudul Alasan Sebenarnya Israel Terus Menyerang Palestina di kanal YouTube Kok Bisa?, konflik Israel–Palestina berakar pada sengketa wilayah yang sama-sama diklaim oleh kedua pihak. Wilayah seperti Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur menjadi titik paling sensitif karena memiliki nilai strategis, politis, sekaligus religius.

Dalam penjelasan video tersebut disebutkan bahwa Israel sering menyatakan serangan militer sebagai bentuk respons atas ancaman roket yang diluncurkan kelompok militan seperti Hamas dari wilayah Gaza. Pemerintah Israel membingkai operasi militernya sebagai langkah pertahanan diri untuk menjaga keamanan nasional.

Namun, konflik ini tidak berdiri sendiri dalam konteks kekinian. Dilansir dari artikel Arab-Israeli wars yang diterbitkan Encyclopaedia Britannica, akar konflik dapat ditelusuri sejak pembentukan negara Israel pada 1948. Perang yang terjadi setelah deklarasi tersebut memicu perpindahan besar-besaran warga Palestina dan menciptakan persoalan pengungsi yang masih berlangsung hingga kini.

Britannica mencatat bahwa perang-perang Arab dan Israel yang terjadi setelahnya semakin memperkuat garis pemisah politik dan teritorial di kawasan tersebut. Sejumlah wilayah berpindah kendali dan menambah kompleksitas penyelesaian konflik.

Sementara itu, dilansir dari laman resmi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr Amin Nurdin menilai konflik Israel dan Palestina murni persoalan politik dan perebutan kekuasaan wilayah. Ia menegaskan bahwa faktor agama sering kali digunakan sebagai legitimasi naratif, tetapi inti persoalannya tetap pada kontrol teritorial dan kedaulatan.

Di sisi lain, pembangunan sistem pertahanan dan pengamanan wilayah juga menjadi bagian dari strategi Israel. Dilansir  Al Jazeera (7/12/2021), Israel menyelesaikan pembangunan penghalang bawah tanah di sekitar Gaza yang disebut sebagai “iron wall”. Infrastruktur ini diklaim bertujuan mencegah infiltrasi militan dari wilayah tersebut.

Eskalasi militer yang terus berlangsung berdampak langsung pada warga sipil. Dilansiri Al Jazeera English, Minggu (29/6/2025), serangan udara Israel di Jalur Gaza menewaskan puluhan warga Palestina dan melukai banyak masyarakat sipil. Laporan tersebut menyebut rumah sakit menghadapi tekanan berat akibat keterbatasan suplai medis dan meningkatnya jumlah korban.

Al Jazeera juga melaporkan bahwa akses bantuan kemanusiaan mengalami hambatan akibat intensitas serangan yang terus meningkat. Situasi ini memperburuk kondisi warga sipil yang telah hidup dalam keterbatasan akibat blokade dan konflik berkepanjangan.

Pola konflik yang terjadi menunjukkan siklus serangan dan balasan. Setiap serangan memicu respons dari pihak lain, sehingga menciptakan eskalasi yang berulang. Tanpa penyelesaian politik yang komprehensif dan diakui kedua pihak, lingkaran kekerasan ini berpotensi terus berlanjut.

Konflik Israel dan Palestina bukan sekadar persoalan keamanan sesaat. Sengketa wilayah, klaim kedaulatan, dinamika politik domestik, serta kepentingan strategis kawasan menjadi faktor yang saling berkaitan. Selama akar persoalan belum diselesaikan melalui jalur diplomasi yang efektif, ketegangan di wilayah tersebut diperkirakan masih akan terus terjadi.

 

 

Bagikan :
guest
0 Komentar
Terlama
Terbaru Suara Banyak
Inline Feedbacks
View all comments