Agar Tak Terjerumus, Mari Kenali Perbedaan Antara Cinta dan Nafsu

JURNALPOSMEDIA.COM – Siapa di sini yang masih sulit membedakan antara cinta dan nafsu? Tak sedikit orang terkecoh dengan hal tersebut, bagaimana tidak? Keduanya bisa saja terjadi secara bersamaan, tapi sebenarnya banyak lho perbedaan nyata yang dapat kita sadari.

Jurnalposmedia telah merangkum perbedaan tersebut dan membagikannya dalam empat poin, penasaran? Yuk simak!

Cinta itu tidak memandang fisik, sedangkan nafsu berawal dari ketertarikan fisik

Seseorang yang dilandasi oleh nafsu hanya memiliki ketertarikan fisik saja, seperti ingin dipeluk dan juga dicumbu. Lain halnya jika Anda memang cinta, di mana ketertarikan fisik tersebut akan dikalahkan dengan rasa nyaman juga tentram setiap dekat dengannya.

Selain itu, jika memang cinta, hal yang diutamakan adalah pemikiran sefrekuensi sehingga dapat lakukan banyak hal positif lainnya.

Cinta dapat menggambarkan masa depan dengan fantasi positif

Jika benar mencintai seseorang, Anda pasti akan kerahkan fantasi positif pada pasangan. Seperti, ingin mengenal secara mendalam, membahagiakannya, serta berbagi suka dan duka. Bukan berfantasi negatif ke arah seksual atau fisik semata.

Cinta akan tetap hidup tanpa atau dengan nafsu sekalipun

Perlu diketahui bahwa nafsu terkadang bisa muncul tanpa dilandasi cinta, sehingga jika hasrat sudah terpenuhi serta gairah itu memudar karena hadirnya seseorang yang lebih menarik, Anda dapat mengartikannya sebagai perasaan nafsu belaka.

Pada sisi yang berlawanan, perasaan cinta terhadap seseorang tidak akan pernah bisa memudar meskipun raganya sudah tak bisa lagi digenggam. Seperti kisah presiden kita, Habibie dan Ainun, serta SBY dengan Ani. Hal itu dikarenakan cintanya yang mendalam sehingga sulit sekali melupakan.

Cinta tidak akan mempersoalkan masalah pribadi

Saat jatuh cinta, Anda memiliki naluri untuk mencari tahu  banyak hal secara mendalam tentang pasangan. Di lain sisi, jika Anda tidak bisa berbagi cerita soal masalah pribadi kepada pasangan ataupun sebaliknya karena dianggap sebagai kerentanan diri, Anda ataupun pasangan tidak akan mempermasalahkannya.

Lain halnya jika Anda menemukan rekam jejak yang tidak mengenakkan tentang pasangan di masa lalu. Tetapi Anda memilih diam dan menutupinya maka itu adalah cinta, namun jika Anda menyebarkannya berarti itu adalah nafsu.

Seperti tafsir QS. Al-Baqarah ayat 187, yang mengibaratkan pasangan itu seperti pakaian. Tafsir pakaian sendiri yakni saling percaya dan menerima kekurangan kedua belah pihak.

Memang, cinta tidak serta merta berada di atas nafsu. Dapat disimpulkan terkadang nafsu juga diperlukan untuk menggairahkan suasana dalam sebuah hubungan. Tak jarang dari yang awalnya nafsu semata bisa saja berubah jadi cinta, karena cinta erat kaitannya dengan keterbukan, kompromi, kesabaran hingga komitmen dalam menerima pasangan dengan apa adanya.

Saran dipenghujung tulisan ini yakni, sebaiknya luruskan niat dan fokuskan tujuan sebelum membina sebuah hubungan. Kedua hal tersebut sebagai langkah awal untuk menyamakan persepsi. Jangan sampai karena nafsu dapat merugikan orang lain, semoga bermanfaat dan selamat beraktivitas!

Leave A Reply

Your email address will not be published.