Mon, 17 June 2024

5 Etika Yang Benar Dalam Menyampaikan Kritik Kepada Orang Lain

Reporter: Farsya Sabila | Redaktur: Hilma Halimah | Dibaca 5865 kali

Fri, 12 August 2022
Sumber: Pexels

Mengoreksi atau mengkritik orang lain saat melakukan kesalahan adalah hal yang sangat lumrah. Bagi makhluk sosial, manusia sangat membutuhkan kritik orang lain untuk perkembangan dirinya menuju arah yang lebih baik, tetapi seringkali penyampaian kritik dilakukan secara sembarangan sehingga berpotensi menyudutkan bahkan menyakiti perasaan orang lain.

Lalu, apa saja etika yang benar dalam menyampaikan kritik? Simak lima penjelasannya di bawah ini!
1. Awali dan akhiri dengan memberi pujian
Sebelum masuk pada inti pembahasan, yaitu mengoreksi kesalahan orang lain, utamakan terlebih dahulu memberi pujian kepadanya. Pujian ini bisa mengacu pada hal-hal baik ataupun kelebihan yang dimilikinya.
Jika kritik telah disampaikan, tutuplah pembicaraan dengan memberi pujian pula. Hal ini penting dilakukan untuk mencairkan suasana agar penerima kritik tidak merasa sakit hati. Demikian pula untuk mengurangi risiko rusaknya hubungan antara satu sama lain.

2. Sampaikan secara tegas dan sopan
Saat mengkritik orang lain, kamu perlu menyampaikannya secara tegas, padat, dan singkat. Utarakan poin utamanya saja dan hindari asumsi pribadi yang negatif. Selain itu, kritik harus disampaikan menggunakan bahasa yang sopan dan mudah dimengerti. Janganlah mengkritik dengan bahasa kasar yang menyudutkan atau menghakimi sesuka hati karena hal itu bisa membuat orang lain merasa rendah dan enggan menerima kritik.

3. Jangan mengkritik di depan umum
Salah satu hal utama yang perlu diperhatikan adalah hindari mengritik orang lain saat berada di tempat umum atau banyak orang. Karena hal ini bisa membuatnya malu dan merasa direndahkan. Ajaklah ia ke tempat di mana kamu bisa menyampaikan kritik secara face to face tanpa ada yang menyaksikan.

4. Kritik kesalahan, bukan orangnya
Dalam menyampaikan kritik, fokuslah kepada apa yang menjadi kesalahannya alih-alih menyalahkan orangnya. Dengan begitu, kita tidak hanya menjaga perasaan orang yang dikritik, melainkan juga menyelamatkan egonya.

5. Bantu dan temani ia dalam memperbaiki kesalahan
Setelah menyampaikan kritik terhadap kesalahan orang tersebut, alangkah baiknya untuk tidak meninggalkannya begitu saja. Mengkritik bukan hanya sekedar mengoreksi kesalahan. Namun juga membantu mencarikan solusi.
Dengan adanya seseorang yang mendampingi serta membantu, ia senantiasa akan semakin termotivasi untuk memperbaiki kesalahan. Namun, dalam prosesnya memang tidak ada yang mudah. Selalu beri dukungan dan pujian atas perbaikan yang sudah didapatkan. Jangan sampai justru kita justru malah membeberkan kesalahannya ke banyak orang dan mengejeknya.

Itulah kelima etika yang benar dalam menyampaikan kritik kepada orang lain. Baik dikritik atau mengkritik, keduanya adalah hal yang lumrah terjadi. Tugas kita sebagai manusia adalah untuk saling mengingatkan dengan etika yang baik, lalu menerima kritik dengan hati terbuka dan lapang dada.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments