Wed, 10 June 2026

Dari Hobi Menjadi Usaha, Perjalanan Fahmi Mengembangkan Lookart.Santri

Reporter: Amalia Nur Haliza | Redaktur: Nida Rasya Kania | Dibaca 317 kali

Sumber foto: Dokumentasi Pribadi

JURNALPOSMEDIA.COM – Tumpukan limbah kayu yang sering dianggap tak bernilai justru menjadi sumber inspirasi bagi Fahmi Ahmad Faruk dalam membangun usaha kreatifnya. Berawal dari hobi di bidang seni dan kerajinan, pria lulusan Magister Manajemen Telkom University ini berhasil mengembangkan usaha bernama Lookart.Santri. Berkat sentuhan kreatif dan keuletannya, sisa kayu tersebut kini disulap menjadi aneka produk handmade unik yang sukses merebut hati banyak pelanggan.

Di sela aktivitasnya di dunia pendidikan, Fahmi memilih menekuni kewirausahaan kreatif yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mengedepankan nilai pemberdayaan masyarakat dan kepedulian terhadap llingkungan. Dari situlah muncul gagasan untuk mengubah barang sisa menjadi produk bernilai seni.

“Saya melihat banyak limbah kayu yang belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga muncul ide untuk mengolahnya menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual,” ujarnya saat diwawancarai Jurnalposmedia melalui WhatsApp pada Kamis (21/5/2026).

Usaha Lookart.Santri mulai dirintis pada 21 April 2021. Berbekal kreativitas dan ketekunan, Fahmi membuat berbagai produk handmade, seperti lukisan bakar, dekorasi, tumbler custom, hingga kerajinan seni lainnya sesuai kebutuhan konsumen.

Konsep usaha berbasis kreativitas santri menjadi ciri khas tersendiri. Menurut Fahmi, produk yang dibuat bukan sekadar barang kerajinan, tetapi juga membawa pesan tentang kemandirian dan pemberdayaan generasi muda.

“Saya memilih usaha kreatif ini karena saya percaya bahwa kreativitas dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan, terutama bagi generasi muda dan santri yang ingin mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Dukungan keluarga dan teman-teman menjadi kekuatan utama dalam perjalanan usahanya. Lingkungan pesantren juga memberikan motivasi besar bagi Fahmi untuk terus berkembang dan membangun usaha secara mandiri.

Dari usaha kecil yang awalnya hanya mempromosikan di media sosial pribadi, kini produknya semakin dikenal luas. Selain itu, Fahmi juga aktif mengikuti bazar, pameran, dan berbagai kegiatan komunitas untuk memperluas jaringan usaha. Strategi digital marketing yang konsisten membuat usahanya perlahan berkembang dan menjangkau konsumen dari berbagai daerah.

“Usaha mulai berkembang ketika promosi digital dilakukan secara lebih aktif dan kami mulai mengikuti berbagai kegiatan pameran serta kolaborasi dengan komunitas dan lembaga lainnya,” katanya.

Meski demikian, perjalanan membangun usaha tidak selalu berjalan mudah. Fahmi mengaku sempat menghadapi keterbatasan modal dan kesulitan membangun kepercayaan pasar di awal merintis bisnis. Namun, tantangan tersebut justru menjadi pengalaman berharga untuk terus belajar dan berinovasi.

“Tantangan terbesar yang pernah saya hadapi adalah keterbatasan modal dan proses membangun kepercayaan pasar di awal merintis usaha. Namun, hal tersebut menjadi pengalaman berharga untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya.

Saat ini, usaha yang dijalankan di Bandung tersebut menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak muda, pecinta produk handmade, komunitas kreatif, hingga masyarakat umum. Keunikan desain serta sentuhan handmade menjadi daya tarik utama produk-produk Lookart.Santri.

Bagi Fahmi, kreativitas dapat menjadi peluang besar bagi generasi muda, khususnya bagi santri untuk mandiri secara ekonomi. Ia juga percaya bahwa wirausaha dapat melatih kreativitas, keberanian, dan kemampuan menghadapi tantangan di masa depan.

“Menurut saya, anak muda perlu belajar berwirausaha sejak dini karena dapat melatih kreativitas, kemandirian, keberanian mengambil peluang, serta kemampuan menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.

Melalui Lookart.Santri, Fahmi berharap usahanya dapat terus berkembang dan menjadikan wadah kreativitas anak muda sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama