Thu, 23 May 2024

Wisuda Gelombang Pertama, Rektor UIN Bandung Lantik 1.380 Wisudawan

Reporter: Afiffah Rahmah Nurdifa | Redaktur: Reta Amaliyah Shafitri | Dibaca 175 kali

Sat, 15 September 2018
Proses penyerahan ijazah oleh Rektor UIN Bandung, Mahmud kepada wisudawan pada wisuda ke-71 gelombang pertama yang berlangsung di Aula Anwar Musaddad, Sabtu (15/9/2018). (Afiffah Rahm)

 

JURNALPOSMEDIA.COM—Rektor UIN Bandung, Mahmud melantik 1.380 wisudawan dari program sarjana, magister, dan doktor pada wisuda ke-71 gelombang pertama di Aula Anwar Musaddad, Sabtu (15/9/2018). Pembukaan dimulai pukul 7.30 WIB disusul penampilan Teater Awal dan Paduan Suara Mahasiswa (PSM).

Dalam sambutannya, Mahmud memberikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati atas usahanya selama menjalani masa perkuliahan. Ia berharap, ilmu yang didapatkan selama menimba ilmu di UIN Bandung bermanfaat bagi dunia dan akhirat. Selain itu, kehadiran wisudawan sebagai sarjana dapat memberi manfaat kepada masyarakat, keluarga, bangsa, dan agama.

“Semoga UIN Bandung menjadi kampus yang unggul, kompetitif, dan berakhlakul karimah. Tak lupa, pembangunan yang tengah dilakukan di kampus 2 agar selesai dengan cepat, tepat, dan benar hasilnya,” tuturny.

Beliau juga menyebutkan beberapa penghargaan yang telah dicapai UIN Bandung tahun ini. Pertama, perpustakaan yang sudah terakreditasi A dengan jumah nilai 92,2 dan tengah dirintis agar bisa berkoneksi dengan perpustakaan Leiden University di Belanda. Kedua, UIN Bandung menjadi pemegang penghargaan bergengsi untuk perguruan tinggi yakni SINTA Award diantara PTKIN yang ada. Penghargaan secara perorangan pun dipegang Dosen UIN Bandung, Ali Ramdhani.

Selain penghargaan kampus, beliau lalu memberikan penghargaan kepada wisudawan dengan IPK 4,00 dan wisudawan yang hafal 30 juz Alquran dengan memberikan beasiswa jika melanjutkan studi di UIN Bandung. Terakhir, beliau berpesan kepada wisudawan, setinggi apapun gelar yang didapat, kualitas ketakwaan harus senantiasa dijaga. Karena tidak punya makna segala gelar-gelar sarjana, magister, dan lainnya apabila kualitas ketakwaan tidak ada dalam diri seseorang.

“Oleh karena itu, anda boleh menyandang gelar-gelar tersebut tetapi kualitas ketakwaan harus senantiasa ditingkatkan,” tutupnya di akhir sambutan.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments