Wisata Kuliner Sate Karmel Lembang di Kawasan Dago

JURNALPOSMEDIA.COM – Berbicara tentang kuliner di Kota Bandung, tentu tidak akan pernah ada habisnya, salah satunya Dago. Di daerah dengan julukan kawasan coffee shop ini, kamu akan menemukan makanan yang cukup terkenal serta wajib untuk kamu kunjungi, yaitu sate karmel Lembang.

Sate karmel merupakan usaha turun temurun yang telah berdiri sejak 32 tahun lalu dengan beberapa cabang. Asal-usul penamaan sate karmel Lembang berasal dari sebuah jalan di Lembang yang dekat dengan gereja Karmel.

Bertempat di Jalan Dago Pakar Utara no 2, lokasinya cukup strategis, karena berada di kawasan rest area para pesepeda yang beristirahat.

Pengelola sate karmel, Nur mengatakan, sate karmel ini buka setiap hari, mulai dari jam 05.30-12.00 WIB untuk kawasan Dago. Sedangkan di cabang lain, rumah makan ini buka dari jam 06.00-21.00 WIB.

“Untuk cabang ini, buka dari hari senin sampai minggu tanpa libur. Buka dari jam 05.30-12.00 ketika yang gowes sudah selesai. Dan di cabang lain, wisata itu buka dari jam 06.00-21.00,” ungkapnya saat diwawancarai Jurnalposmedia, Minggu (20/2/2022).

Olahan sate yang di tawarkan cukup beragam, mulai dari sate ayam, sate kambing, sate sapi, sate maranggi, bahkan sate kelinci. Menu yang menjadi favorit di cabang ini adalah sate kambing.

Meski berada di kawasan wisata, harga yang di bandrol cukup ekonomis, yaitu Rp30.000/porsi, dan Rp35.000-Rp40.000 di cabang lain.

Di sini kamu sudah bisa menikmati 10 tusuk sate, potongan lontong, acar, dan bumbu kacang yang lezat.

Nur menjelaskan, dalam sehari, dapat menghabiskan 1.000 tusuk sate atau setara dengan 100 porsi. Sedangkan di Lembang, warung makan ini bisa menghabiskan 2.000 tusuk sate per harinya.

“Di Dago ini kita bisa menghabiskan 1.000 tusuk atau 100 porsi, kalau yang di Lembang bisa 2.000 tusuk sekitar 200 porsi,” jelasnya.

Tempat makan ini juga mendapatkan penilaian rasa yang baik dari pelanggannya.

Salah satu pengunjung, Rizky mengungkapkan, sate karmel ini sangat cocok untuk dijadikan rekomendasi wisata kuliner. Karena cita rasa dan harganya yang ekonomis.

“Untuk rasa sate sendiri sudah cukup enak dan harga standar untuk daerah wisata seperti ini,” pungkasnya.

Rekomendasi
Leave A Reply

Your email address will not be published.