Tue, 26 May 2026

SEAblings vs KNetz: Perang Netizen Viral di Media Sosial X, Begini Kronologinya

Reporter: Itsna Nursofiatun Ni’mah | Redaktur: Nida Rasya Kania | Dibaca 23829 kali

Sumber foto: CNN Indonesia

JURNALPOSMEDIA.COM – Fenomena perseteruan digital antara netizen Asia Tenggara yang menyebut diri SEAblings dengan netizen Korea Selatan atau KNetz mendadak viral di berbagai platform media sosial, terutama X (sebelumnya Twitter), sejak awal Februari 2026. Konflik ini bermula dari insiden kecil di sebuah konser musik, namun berkembang menjadi perang komentar yang menarik perhatian publik global dalam beberapa hari terakhir.

Dilansir dari Media Indonesia, perang netizen ini dipicu oleh insiden yang terjadi saat konser band Korea Selatan DAY6 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada akhir Januari 2026. Sejumlah fansite Korea membawa kamera profesional berukuran besar yang dianggap melanggar aturan venue dan mengganggu penonton lokal. Teguran terhadap perilaku tersebut kemudian memicu perdebatan sengit di media sosial.

Tak lama setelah itu, muncul sejumlah komentar dari akun-akun yang diasosiasikan sebagai netizen Korea (KNetz) yang dianggap merendahkan dan bernada rasis terhadap masyarakat Asia Tenggara. Isi komentar itu dilaporkan menyebut fisik orang Asia Tenggara hingga stereotip budaya secara negatif, sehingga memancing kemarahan warganet regional.

Mengutip dari Kilat.Com respons keras tidak hanya datang dari satu negara saja. Netizen dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan negara Asia Tenggara lain cepat membentuk aliansi digital yang mereka sebut SEAblings  gabungan dari SEA (Southeast Asia) dan siblings (saudara). Istilah itu menjadi simbol solidaritas dan identitas bersama dalam menanggapi narasi negatif yang muncul.

Aliansi ini tidak hanya terpaku pada kritik, tetapi juga memilih strategi balasan yang kreatif. Beberapa unggahan memperlihatkan foto-foto kecantikan alami orang Asia Tenggara tanpa operasi plastik, sekaligus menyindir stereotip terkait standar kecantikan Korea Selatan. Meme satire dan tagar #SEAblings pun berhasil memicu ribuan unggahan yang membuat topik ini menjadi trending di X selama lebih dari 24 jam sampai sekarang ini.

Seiring berjalannya waktu, perdebatan ini tidak hanya soal insiden awal. Diskusi ikut bergeser pada isu yang lebih luas seperti identitas budaya, etos etika fandom internasional, hingga dugaan keterbatasan kemampuan bahasa Inggris dalam adu argumen antara SEAblings dan KNetz. Banyak netizen Asia Tenggara menilai bahwa perdebatan tersebut mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap aturan lokal dan martabat masyarakat ASEAN.

Meski bermula dari insiden kecil, perang netizen ini telah membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang bagaimana komunitas daring di berbagai wilayah memperlakukan satu sama lain dan bagaimana solidaritas digital bisa terbentuk dari sebuah fenomena viral. Beberapa netizen Korea sendiri juga mengimbau agar konflik ini tidak mewakili hubungan budaya antarnegara dan mengajak semua pihak untuk tetap menghormati perbedaan.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama