Sun, 15 March 2026

Road to 165 dan Timurnesia Mengangkat Musik Daerah ke Panggung Nasional dan Internasional

Reporter: Delia Nurunnisa Jauharni | Redaktur: Ravi Ahmad Maulana | Dibaca 936 kali

Sumber foto: Kementerian Kebudayaan RI

JURNALPOSMEDIA.COM – Musik daerah kembali mendapat panggung besar melalui gelaran Road to 165, sebuah rangkaian konser yang digagas oleh Effendi Simbolon untuk mengangkat dan melestarikan musik Batak di tingkat nasional. Program ini dirancang sebagai tur panjang yang menjangkau ratusan kota di Indonesia dan menjadi salah satu upaya besar untuk memperkenalkan kembali kekayaan musik Batak kepada publik yang lebih luas.

Dikutip dari detik.com, sejumlah kota seperti Surabaya, Semarang, dan Bandung telah menjadi lokasi penyelenggaraan konser tersebut. Berbagai musisi turut ambil bagian dalam memeriahkan acara, menghadirkan nuansa kolaboratif antara generasi senior dan musisi muda. Antusiasme penonton menunjukkan bahwa musik daerah tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

Effendi Simbolon menegaskan bahwa tujuan utama Road to 165 adalah menjaga eksistensi musik Batak agar tetap hidup dan dikenal lintas generasi. Konser ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari gerakan kultural untuk memperkuat identitas musik daerah di tengah dominasi arus musik populer nasional.

Rangkaian konser ini direncanakan mencapai puncaknya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada Oktober 2026. Konser puncak tersebut diharapkan menjadi momentum besar yang mempertemukan pecinta musik Batak dari berbagai daerah dalam satu panggung nasional.

Di sisi lain, perkembangan musik Indonesia Timur juga melahirkan gagasan Timurnesia sebagai identitas kolektif bagi karya-karya dari kawasan timur Indonesia. Sebagaimana dikutip dari ternate.tribunnews.com, Timurnesia disebut sebagai “rumah bagi semua” musik dari wilayah timur, yang mencakup beragam ekspresi budaya dan musikalitas lokal.

Menurut ameera.republika.co.id, Timurnesia diproyeksikan sebagai strategi branding untuk membawa musik Indonesia Timur ke panggung internasional. Konsep ini tidak dimaksudkan sebagai genre tunggal, melainkan payung bersama yang merepresentasikan keragaman suara dari Papua, Maluku, Nusa Tenggara, dan wilayah lainnya di Indonesia Timur.

Dengan munculnya konser berskala nasional seperti Road to 165 serta wacana Timurnesia, terlihat adanya upaya serius untuk memperkuat posisi musik daerah dalam industri yang lebih luas. Inisiatif ini menunjukkan bahwa musik lokal tidak lagi diposisikan sebagai pelengkap, melainkan sebagai bagian penting dari identitas budaya Indonesia yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

 

Bagikan :
guest
0 Komentar
Terlama
Terbaru Suara Banyak
Inline Feedbacks
View all comments