Thu, 29 February 2024

Problem Solving: Bagaimana sih hubungannya dengan Kestabilan Emosi pada Remaja?

Reporter: Asqi Hilmi Sauqi/Kontributor | Redaktur: | Dibaca 361 kali

Tue, 28 June 2022
Sumber: Pexels

Manusia merupakan individu kompleks yang memiliki dinamika interaksi dengan lingkungan keluarga, lingkungan teman, dan masyarakat umum. Dalam berinteraksi pada kehidupan sehari-hari tidak jarang manusia menghadapi permasalahan kompleks. Masalah timbul ketika ada peristiwa yang tidak dapat diatasi dengan perilaku rutin.

Masa remaja merupakan masa yang penuh masalah karena masa ini adalah periode perubahan tubuh, pola perilaku, dan peran yang diharapkan oleh kelompok sosial serta merupakan masa pencarian identitas untuk mengangkat diri sendiri sebagai individu. Masa remaja dianggap sebagai periode “badai dan tekanan” di mana terjadi banyak perubahan yang secara mendadak dan cepat pada masa remaja, baik secara emosi maupun mental.

Karena adanya perubahan tersebut, remaja sering mengalami kegoncangan dan emosinya menjadi tidak stabil. Para ahli menyebutkan masa remaja ialah masa dimana individu sedang mengalami perkembangan emosi yang memuncak dalam arti sangat mudah untuk berubah-ubah, mudah meledak, dan berlangsung lebih sering sebagai akibat dari perubahan dan pertumbuhan fisik.

Emosi manusia dalam Al-Qur’an digambarkan langsung bersama peristiwa yang sedang terjadi seperti kondisi bahagia, marah, takut, benci, kaget, atau dalam keadaan yang lain.

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah di anugrahkan Allah kepadamu tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepadap orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan (QS. Al-Qasas 77 )

Ayat di atas mengandung kesan kuat adanya pembedaan yang tajam antara emosi positif dan negatif dan sebagai motivasi agar manusia selalu mengedepankan emosi positif dalam kehidupan individual dan sosial, yakni emosi yang dapat mengantar manusia meraih kebahagiaan dunia dan ukhrawi.

Stabilitas emosi merupakan salah satu indikator dari kematangan emosi. Stabilitas emosi adalah terbebas dari sejumlah besar variasi dalam suasana hati dan termasuk sifat karakteristik orang yang memiliki kontrol emosional yang baik. Kestabilan emosi berperan pengendali, supaya reaksi emosianal baik positif atau negatif yang di hasilkan tidak berlebihan dan sesuai dengan situasi kondisi. Apabila individu memiliki kestabilan emosi yang baik maka akan menghasilkan reaksi emosi yang tepat, tidak berlebihan dalam menghadapi masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari dan akan mengarah pada tercapainya pemecahan masalah yang ideal.

Remaja membutuhkan bantuan dalam perkembangan emosinya secara positif agar mampu mengatasi masalah-masalah yang dialaminya dengan cara yang tepat. Remaja yang sedang menghadapi masalah, idealnya membutuhkan suatu perencanaan dan pengelolaan aktivitas yang baik, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki sehingga dapat memecahkan masalah dengan mudah dan cepat.

Kemampuan remaja dalam melakukan pemecahan masalah atau problem solving akan menuntun remaja jaman sekarang menjadi pribadi yang dewasa dan berkualitas. Menurut Edward (dalam Widanti dkk., hlm.124) menyatakan bahwa problem solving adalah kemampuan untuk berfikir secara langsung dan terarah dalam mencapai suatu tujuan. Problem solving merupakan nilai menyeluruh individu mengenai kemampuan khusus dalam pemecahan masalah yang terjadi pada hidupnya.

Permasalahan Peubahan Fisik Pada Remaja

Permasalahan perubahan fisik banyak di rasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. Pada remaja yang sudah selesai pubertasnya (remaja tengah dan akhir), permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan atau keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang di inginkan seperti seorang remaja yang mempunyai kulit hitam, tetapi dirinya menginginkan kulit putih. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan orang lain ataupun idola-idola mereka (artis) yang memiliki fisik sempurna.

Dampak dari permasalahan perubahan fisik ini mereka kurang percaya diri. Levine dan Smolak (2002) menyatakan bahwa 40-70%  remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya walaupun tidak sedikit juga remaja pria yang merasakan ketidakpuasan tersebut. Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan emosi, pikiran yang berlebihan tentang penampilan, depresi, rendahnya harga diri, onset merokok, kurang percaya diri, dan timbul rasa cemas. Kondisi penuh tekanan dan menimbulkan kecemasan akibat ketidakpuasan bentuk tubuh tersebut, menimbulkan cara untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi terhadap masalah dan tekanan yang menimpa.

Nah dari permasalahan diatas terdapat beberapa kemampuan problem solving yang dapat dilakukan individu yang berhubungan dengan ketidakpuasan bentuk tubuh dengan berusaha untuk menahan diri yang didasari dengan adanya:

1) Pertimbangan untuk melakukan tindakan yang mampu menyelesaikan masalah dengan cepat.

2) Tindakan instrumental yaitu tindakan yang ditujukan untuk menyelesaikan masalah secara langsung serta menyusun rencana- rencana yang dilakukan.

3) Usaha untuk mendapatkan informasi, nasihat dan dukungan secara emosional dari orang-orang terdekat

Perlu diketahui, kestabilan emosi pada dasarnya sangat diperlukan seorang remaja dalam kehidupan pribadi di tengah perkembangan ilmu pengetahuan teknologi seperti media sosial yang begitu marak sehingga dapat selektif dalam menggunakannya. Kestabilan emosi diperlukan untuk menjaga seseorang agar dapat memiliki sikap yang tepat dalam menyikapi masalah yang semakin kompleks dengan menggunakan kemampuan problem solving. Disinilah peran penting kestabilan emosi untuk kehidupan remaja untuk menyelesaikan suatu masalah dan memiliki kemampuan problem solving yang baik dalam permasalahan fisik serta permasalahan lain yang dialaminya.

 

Penulis: Asqi Hilmi Sauqi
Jurusan: Sejarah dan Peradaban Islam
Fakultas: Adab dan Humaniora

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments