Sun, 19 May 2024

Pandemi Corona, Warga Babakan Teureup Tak Gelar Lomba Agustusan

Reporter: Abdul Hafid Wibowo/Magang | Redaktur: Putri Restia Ariani | Dibaca 195 kali

Wed, 12 August 2020
lomba agustusan
Lomba balap karung yang biasa diadakan pada perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: batamnews.co.id)

JURNALPOSMEDIA.COM – Perayaan HUT RI ke-75 tahun ini akan berbeda dari biasanya, mengingat Indonesia tengah dilanda pandemi Covid-19. Perbedaan itu dirasakan warga Babakan Teureup, RW 10, Ujung Berung, Bandung yang tak dapat merasakan kemeriahan acara perlombaan 17 Agustusan akibat pandemi.

“Untuk tahun ini, RW 10, Babakan Teureup tidak akan menggelar perlombaan 17-an,” kata Ketua RW 10, Babakan Teureup, Asep saat diwawancarai di kediamannya. Senin (10/08/2020).

Asep menjelaskan, perlombaan 17 Agustus batal digelar karena adanya imbauan dari pemerintah setempat yang melarang pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kebijakan itu bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

“Saya sudah menyampaikan kapada semua pihak terkait agar membatalkan rangkaian acara perlombaan 17 Agustus tahun ini, dengan alasan protokol kesehatan yang kurang memadai. Sebab, kami tidak bisa membendung antusias warga yang ingin mengikuti lomba dan tentu saja pasti banyak warga yang berkerumun,” ungkapnya.

Salah seorang panitia perayaan acara 17-an, Mei, menuturkan alasan dibatalkannya pelaksanaan lomba Agustusan akibat kondisi yang tidak memungkinkan. Seperti halnya pemberlakuan physical distancing yang mengharuskan warga menghindari aktivitas berkerumun.

“Kan kegiatan ini pastinya akan mengundang banyak orang berdatangan, dikhawatirkan kami tidak bisa membedung serta mengawasi warga yang berkerumun. Jika kami menyewa petugas keamanan tambahan, rasanya juga akan menambah budget untuk kegiatan ini. Maka dari itu kita sepakat untuk tidak menggelar acara ini,” tuturnya.

Adapun dalam perayaan lomba Agustusan di tahun-tahun sebelumnya, kompetisi yang biasa diadakan adalah balap karung, futsal antar-RT, dan lomba makan kerupuk. Begitupun dengan konser musik, hingga yang paling dinanti ialah lomba panjat pinang.

“Saya biasa ikut panjat pinang tahun kemarin, dan rasanya itu sangat meriah. Jika tahun ini tidak diselenggarakan mungkin terasa ada yang kurang menurut saya. Tapi jika itu keputusan yang terbaik buat semua saya setuju saja,” ujar salah satu warga Babakan Teureup, Adit.

Asep menambahkan, meskipun pada tahun ini warga tidak dapat merasakan kemeriahan perlombaan 17 Agutusan, semangat nasionalisme dan patriotisme harus tetap ada. Menurutnya, hal itu harus tetap digelorakan mengingat perjuangan mendapatkan kemerdekaan Indonesia tidaklah mudah.

“Hal kecil yang bisa kita lakukan seperti menghias rumah dengan bertemakan kemerdekaan. Ya minimal, mengibarkan bendera merah putih di depan rumah masing-masing. Dengan begini kan rasa nasionalisme tetap terjaga dan tersampaikan kepada yang lainnya,” pungkasnya.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments