Fri, 21 June 2024

Pemilihan Umum Calon Ketua Dema-FDK Akan Dilangsungkan Akhir Desember 2020

Reporter: Muhammad Faiz/Sherly Putri | Redaktur: Ghina Tsuroya | Dibaca 261 kali

Mon, 14 December 2020
Dema-FDK
Kandidat calon ketua Dema-FDK periode 2020-2021 (Sumber: @kpumfdk20/Instagram)

JURNALPOSMEDIA.COM- Pemilihan Ketua Dewan Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (Dema-FDK) periode 2020-2021 dicanangkan akan dilakukan secara daring pada 23 Desember 2020.

Setelah kurang dari tiga bulan tidak ada kabar mengenai regenerasi kepengurusan Dema-FDK. Pada akhir November kemarin, Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (KPU-M FDK) akhirnya membuka pendaftaran bagi calon ketua Dema-FDK yang baru. Sekretaris KPU-M FDK, Alif Muhammad Alfian menuturkan mekanisme pemilihan kali ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, mengingat Pandemi Covid-19 yang masih mengancam.

“Untuk pemilu tahun ini sendiri kita diusulkan wadek 3 itu (untuk dilaksanakan) secara online, karena dengan suasana yang seperti ini (pandemi). (Juga) ditambah (wilayah) Bandung yang kembali (masuk) zona merah (penyebaran Covid-19), dan keputusan rektor di mana kegiatan di kampus juga ditiadakan,” tuturnya saat dihubungi Jurnalposmedia, Sabtu (12/12/2020). Alif menegaskan bahwa meski akan dilaksanakan secara daring, namun aspek keterbukaan akan tetap menjadi prioritas utama selama proses pemilu berlangsung.

Naufal Atharafi selaku koordinator KPU-M FDK mengonfirmasi bahwa proses pemilu calon ketua Dema- FDK akan dilangsungkan via daring, “InsyaAllah (pemilu dilakukan) secara online. Karena melihat kondisi sekarang belum bisa banyak orang berkerumun ya,” ucapnya, Minggu (13/12/2020). Selain itu, ia juga membeberkan jadwal pelaksanaan pemilu yang menurutnya akan berlangsung pada 23 Desember 2020 mendatang.

“Doain aja semoga gak mundur-mundur lagi,” harapnya.

Calon Pengisi Jabatan Ketua Dema-FDK

Diketahui KPU-M FDK pada 30 November hingga 4 Desember lalu membuka pendaftaran bagi siapa saja yang ingin menduduki kursi Ketua Dema-FDK periode 2020-2021. Lalu, hingga tahap verifikasi berkas, sedikitnya ada dua kandidat unggul yang tampil sebagai calon pengganti Faizal Nailusidqi (Ketua Dema-FDK periode 2019-2020).

Mereka adalah Muhamad Ahyani (Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam) dan Ulfah Wafa Almubarokah (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Humas). Keduanya mengaku telah menjalankan kampanye monolog pada 7-12 Desember, baik secara daring maupun tatap muka langsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Calon ketua Dema-FDK nomor urut satu, Muhamad Ahyani menyebut kampanye yang dijalaninya menggunakan dua metode, daring dan luring. Beberapa elemen di FDK, seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) turut dilibatkan dalam kampanyenya.

“Saya sudah melakukan kampanye secara menyeluruh, baik secara daring ataupun langsung. Mengingat pandemi Covid-19, sehingga ada beberapa ketua HMJ yang tidak bisa datang ke Bandung, oleh karenanya kampanye daring menjadi solusi. Jika ketua HMJ berdomisili Bandung atau (yang) bisa menyempatkan hadir, maka dilakukan secara langsung dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan,” ungkapnya, Minggu (13/12/2020).

Begitu juga dengan rivalnya, Ulfah Wafa Almubarokah. Ia beserta tim melakukan kampanye secara langsung kepada perwakilan ketua HMJ beserta jajarannya. Serta membahas hal-hal terkait permasalahan hingga harapan untuk Dema-FDK ke depannya, yang kemudian akan dicocokan dengan visi dan misi yang telah dibuatnya.

“Saya melakukan kampanye seperti kampanye pada umumnya, karena pemilihannya dilakukan secara perwakilan, maka kampanyenya disesuaikan. Saya beserta tim melakukan kampanye ini (setelah) berkoordinasi dengan ketua-ketua HMJ yang memiliki hak suara. Tentunya tak lupa juga membahas hal-hal mengenai permasalahan yang terjadi agar kemudian memikirkan solusi terbaiknya seperti apa,” ujarnya, Sabtu (12/12/2020).

Dari lini masa akun Instagram resmi @kpumfdk20, ada informasi bahwa tahap lanjut dari kampanye monolog, yaitu kampanye dialog akan dilangsungkan pada 13 Desember 2020 menggunakan media Zoom meeting dan live streaming. Namun, diakui Ulfah kampanye dialog ini diundur atas alasan belum terpenuhinya kuota rasio untuk calon ketua Sema-FDK.

Meskipun demikian, kedua calon mengatakan tetap menyiapkan yang terbaik. Keduanya mengaku bahwa mental dan intelektual harus dipersiapkan dengan matang menjelang kampanye dialog yang akan digelar KPU-M FDK tersebut.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments