Fri, 21 June 2024

Makna Profesional dan Kreativitas Seorang Jurnalis Menurut Alumni Jurnalistik UIN Bandung

Reporter: Annisa Azahra N | Redaktur: Silmy Kaffah Mardhotillah | Dibaca 150 kali

Mon, 3 June 2024
Vidaa Alatas sedang memberi materi Divisi Televisi di PJTD 2024, Minggu (2/6/2024). (Foto: Annisa Azahra N/Jurnalposmedia)

JURNALPOSMEDIA.COM Alumni-alumni berpengalaman kembali hadir mengisi materi empat divisi di acara PJTD. Pengalaman dan beberapa poin penting sebagai jurnalis di lapangan disampaikan sesuai tema PJTD 2024 “Implementasi Jurnalis Berkualitas dengan Profesionalitas dan Kreativitas”.

Bidang Pers Himpunan Mahasiswa (Hima) UIN Bandung kembali selenggarakan acara tahunan, Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) selama dua hari pada 1-2 Juni 2024 di Vila Rajawali, Cilengkrang. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, keempat pemateri hadir mengisi sesi pematerian bagi para calon anggota Jurnalposmedia.

Dua di antaranya, yaitu pemateri Divisi Televisi dan Divisi Artistik mencurahkan pandangan mereka akan tema PJTD 2024 dan relevansinya dengan realitas dunia kerja jurnalistik. Reporter Kompas TV Jawa Barat, Vidaa Alatas ungkap makna profesionalitas sebagai seorang jurnalis.

“Jurnalis yang profesional itu singkatnya tidak melanggar dan taat pada kode etik, dan prinsip-prinsip jurnalistik. Ketika sudah mengedepankan hal-hal itu dalam proses peliputan itu mereka sudah menjadi jurnalis profesional,” tuturnya, Minggu (2/6/2024).

Walaupun memiliki tingkat tekanan profesionalitas yang berbeda, Vidaa menyatakan menjadi anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) berpengaruh baik terhadap profesionalitas kerja mahasiswa jurnalistik.

“Paling tidak sudah terbayang cara kerja, cara produksi, dan dapur suatu produk jurnalistik. Sesimpel wawancara narasumber dan berbagai dinamika dalam proses liputan yang akan ditemui juga di lapangan, walau lebih kompleks. Setidaknya sudah memulai langkah awal dan lebih siap dibanding teman-teman yang tidak mengalaml hal serupa,” jelasnya.

Akan tetapi, ia berujar menjadi anggota LPM saja tidaklah cukup, perlu adanya kiat yang dijalankan agar memiliki bekal sebelum masuk dunia kerja.

“Kita tidak bisa berbicara profesionalitas jika kita tidak tau atau tidak melihat aslinya dunia itu seperti apa. Saat kalian lebih memperhatikan isu sekitar dan bagaimana media mem-framing isu sekitar yang berbeda, kalian mungkin slightly akan ngeh kalau begini profesionalitas yang dibutuhkan,” tukasnya.

Tak hanya soal profesionalitas kerja, jurnalis juga dituntut menjadi pribadi yang kreatif. Pemateri artistik, Zakka Muhammad Ramadhan menyampaikan makna kreativitas dalam kegiatan jurnalistik.

“Jurnalis itu harus berani. Kreativitas seorang jurnalis yaitu memberikan informasi yang diferensiasi, yaitu mengambil isu yang berbeda, ‘kan itu yang menarik. Menurut saya itu bentuk kreativitas seorang jurnalis,” ucapnya, saat diwawancarai sehabis pematerian, Sabtu (1/6/2024).

Biduk kehidupan sebagai desainer grafis tidaklah mudah, namun, Zakka mengaku ia sudah jatuh cinta dengan dunia desain grafis sejak masih menjadi anggota artistik di Jurnalposmedia. Kritik dan minim apresiasi ia jadikan ajang peningkatan diri, dan diharap dapat turut dilakukan oleh anggota Jurnalposmedia.

“Ketika memang saya tertarik, akan beda kemistrinya, lebih semangat buat scale up diri. Ketika kurang dihargai dalam karya, itu mah fase, di situlah mental seorang desainer grafis diuji. Kalau dikritik jangan tumbang, jadikan itu untuk terus scale up agar memberikan hasil karya yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments