Air mataku sudah mengering
Biarkan waktunya tekadku yang terbakar hingga hanguskan egomu
Tanpa ibu tanpa ayah
Biarkan penghuni langit menjadi keluargaku
Hunuskan pedangmu, ledakan amarahmu
Biarkan aku dengan sujudku
Bersama sang pemilik ‘Arsy
Biarkan kalimat syahadat menjadi penutup usia kala tubuhku kau koyak
Wahai ia yang dirundung dendam, amarahnya yang terus menggunung
Biarkan kudekap jiwamu hingga mendamai
Sebab bangsaku kini menangis
Bisakah kau rasakan perihnya, atau hatimu sudah terlalu membatu
Langkahku tak gentar
Sebabku tahu apa yang kubela
Biarkan aku menjemput syahid
Esok, kujemput kau di Gaza