Sat, 1 August 2026

Solidaritas Seni untuk Palestina di Bandung demi Wujudkan Cita-Cita Perdamaian Dunia

Reporter: Shabrina Maharani/Magang | Redaktur: Annisa Azahra N | Dibaca 2336 kali

Seruan 'Stop Genosida' di Monumen Asia Afrika, Kota Bandung

JURNALPOSMEDIA.COM – Bandung selalu menyimpan cerita di setiap penjuru kota. Mulai dari kisah haru, hingga aksi heroik penuh dedikasi kemanusiaan. Salah satunya yang dilakukan oleh sekelompok pemuda dalam gabungan Aksi Solidaritas Seni untuk Palestina.

Di tengah hiruk-pikuk kota Bandung, terdapat sekumpulan orang yang berdiri penuh dedikasi setiap hari. Mereka bersatu menyuarakan keadilan dari pukul 17.00-19.00 di depan Monumen Asia Afrika.

Aksi Solidaritas Seni untuk Palestina ini bukan sekadar simbol, melainkan juga pesan solidaritas untuk Palestina yang menggema di pusat Kota Bandung. Mereka berdiri tegak selama satu jam, memancarkan tekad yang tak tergoyahkan demi perubahan bagi saudara-saudara mereka di Palestina.

Dedikasi Tak Terbatas Waktu

Tiga sosok di balik hadirnya aksi ini, Wanggi, Gatot, dan Wahyu menyatakan bahwa ini merupakan aksi yang tak akan menemui akhir, terkecuali ketika keadilan dan perdamaian bagi Palestina tercapai. Aksi solidaritas ini direncanakan untuk dilaksanakan secara terus-menerus hingga perubahan yang signifikan terjadi di Palestina. Keteguhan para peserta aksi ini menunjukkan komitmen mereka yang mendalam terhadap perjuangan kemanusiaan.

Anak-Anak, Pahlawan Kecil dengan Respon Besar

Salah satu aspek yang paling menyentuh dari aksi ini adalah keterlibatan anak-anak. Sekitar 50% respon langsung yang diterima dari masyarakat datang dari anak-anak. Mata yang penuh rasa ingin tahu dan hati yang tulus itu membuat mereka menjadi pahlawan kecil yang menyuarakan pesan perdamaian dan solidaritas. Kehadiran anak-anak ini tidak hanya menambah kekuatan moral aksi, tetapi juga mengedukasi generasi muda tentang pentingnya solidaritas dan kemanusiaan.

Murni untuk Kesadaran, Tanpa Pungutan Donasi

Aksi Solidaritas Seni untuk Palestina ini berdiri dengan prinsip keikhlasan dan ketulusan. Tidak ada pungutan donasi dalam kegiatan ini. Fokus utama mereka adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dan memberikan edukasi mengenai situasi yang terjadi di Palestina.

Wanggi menjelaskan bahwa aksi ini adalah bentuk pendidikan publik, mendorong masyarakat untuk lebih peduli dan memahami konflik yang sedang berlangsung.

Inisiator yang Berjiwa Besar

Wanggi, Gatot, dan Wahyu, tiga nama yang menjadi motor penggerak dari aksi ini, telah menunjukkan betapa besar hati mereka dalam memperjuangkan Hak Asasi Manusia. Mereka memimpin aksi dengan penuh dedikasi, memastikan setiap langkah yang diambil adalah demi kebaikan bersama dan kemanusiaan.

Aksi solidaritas di Monumen Asia Afrika ini telah menjadi simbol harapan dan perjuangan bagi Palestina. Di tengah gemerlap Kota Bandung, suara solidaritas ini terus berkumandang, mengajak setiap orang untuk bergabung dalam perjuangan demi keadilan dan perdamaian dunia.

Bagikan :

Rekomendasi

Menilik Indikator Penilaian Skor Ujian serta Masa Aktif Sertifikat Kursus TOEFA dan TOEFL JURNALPOSMEDIA.COM – Sejalan dengan kegiatan persiapan ujian Test of English for Academics (TOEFA) dan Test of English Foreign Language (TOEFL) yang di adakan oleh Language Center (LC) UIN Bandung, terdapat beberapa indikator penilaian skor ujian serta masa aktif sertifikat kursus bagi mahasiswa. Ketua LC UIN Bandung Abdul Kodir turut menjelaskan, berkenaan dengan skor nilai, setiap tahunnya akan ada beberapa perubahan kebijakan. Hal ini dipicu karena adanya cetakan baru buku Pedoman Akademik di setiap tahunnya. “Jadi kita hanya memberikan keterangan bahwa anda skornya sekian. Nanti umpan-umpannya skornya berlaku atau tidak atau misalkan kurang, maka ya, harus ujian lagi dan kalau mau ujian lagi anda gausah dari ulang harus kursus lagi,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Rabu (27/7/2022). Skor dan Keuntungan yang Didapat Abdul Kodir kembali menjelaskan, mengenai minimal skor yang diraih oleh setiap mahasiswa itu berbeda-beda, hal ini bergantung pada kebijakan Fakultas dan Program Studi Prodi nya masing-masing. Sementara indikator dan standar penilaiannya dinilai dari listening, reading, dan vocabulary. “Untuk vocabulary nya kita itu ingin mahasiswa UIN itu paham dan mengenal vocab-vocab dengan istilah yang dekat dengan keislaman jadi nanti ada kaya English for islamic student jadi nanti ada vocab yang nanti dekat dengan kajian-kajian keislaman,” ungkapnya. Beralih dari tes tersebut, Abdul kembali menuturkan, para mahasiswa yang mengikuti tes dan kursus keterampilan berbahasa nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa sertifikat kursus. “Masa aktif sertifikat tes TOEFL dan TOEFA ini hanya dua tahun, jika sudah lebih dari dua tahun maka harus tes lagi agar mendapatkan skor TOEFL yang terbaru dan sertifikatnya aktif. Sedangkan sertifikat kursus keterampilan berbahasa bisa aktif seumur hidup,” jelasnya. Tanggapan Mahasiswa Terkait Tes TOEFL dan TOEFA Kursus bahasa yang berujung dengan ujian TOAFL dan TOEFA, sebagai syarat kelulusan ini banyak mendapatkan apresiasi dari mahasiswa yang semangat untuk mengikuti kursus tersebut. Mahasiswi jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT), Destiana Rosyidah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Desti juga tidak sungkan mengeluarkan kritik dan sarannya untuk program ini. “Hanya saja sertifikat yang nantinya keluar setelah ujian itu hanya bisa di pakai di kampus saja, tidak bisa di pakai untuk kepentingan di luar kampus, semisal untuk melamar beasiswa atau pekerjaan yang membutuhkan sertifikat serupa,” ungkapnya. Ia juga berharap agar dosen pembimbing kursus mulai memperhatikan kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa nya agar mendapatkan hasil maksimal dalam ujiannya. Karena masih banyak dosen pembimbing yang kurang memperhatikan KBM kursusnya. “Tidak semua dosen pembimbing kursus peduli pada mahasiswa kursusnya. Yah

Tinggalkan komentar pertama