JURNALPOSMEDIA.COM – Syahluzan berhasil meraih Juara III Kumite Senior kelas -55 kg pada ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate Jawa Barat Piala Kapolda Cup 2026. Kompetensi tersebut resmi dibuka pada Jumat (6/2/2026) di GOR KONI kota Bandung.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Institut Karate-Do Nasional (INKANAS) Jawa Barat di bawah naungan Kapolda Jawa Barat. Atlet karate dari berbagai daerah di Jawa Barat turut mengikuti kompetisi tersebut dengan semangat tinggi.
Di tengah ketatnya persaingan, Syahluzan tampil percaya diri sepanjang pertandingan berlangsung. Ia mampu menghadapi lawan dari berbagai daerah di Jawa Barat, hingga akhirnya meraih posisi ketiga. Capaian tersebut menjadi hasil dari latihan panjang yang dijalaninya selama bertahun-tahun.
Ketertarikan Syahluzan terhadap karate sejak ia duduk di bangku kelas II sekolah dasar. Hingga saat ini, ia telah menekuni olahraga tersebut selama kurang lebih 12 tahun. Lingkungan tempat tinggalnya menjadi salah satu faktor yang mendorong minatnya, mengingat saat itu karate merupakan satu-satunya olahraga bela diri yang tersedia di daerahnya.
Sejak kecil, ia terus mengasah kemampuan melalui latihan rutin dan mengikuti berbagai kompetisi. Konsistensi tersebut membentuk karakter disiplin sekaligus meningkatkan kemampuannya di arena pertandingan.
Sebelum mengikuti kejuaraan, ia melakukan berbagai persiapan mulai dari menjaga kondisi fisik dan melatih mental secara rutin. Baginya, karate tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, tetapi juga ketenangan pikiran saat menghadapi lawan.
“Saya menyiapkan fisik dan mental sebelum pertandingan. Karate bukan hanya membutuhkan fisik kuat, tetapi juga mental dan ketenangan pikiran,” ujarnya saat diwawancarai Jurnalposmedia, Selasa (12/5/2026).
Dalam kesehariannya, Syahluzan menjalani latihan rutin di rumah pelatihnya. Ia mengikuti latihan privat sekitar empat kali setiap minggu. Namun, ia tetap memprioritaskan pendidikan dibanding kegiatan olahraga. Syahluzan membagi waktu latihan agar tidak mengganggu aktivitas perkuliahan.
“Bagi saya, pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Saya biasanya menjalani latihan saat weekend,” katanya.
Prestasi tersebut tidak lepas dari dukungan keluarga. Syahluzan menyebut orang tua sebagai sosok paling berjasa dalam perjalanannya. Dukungan tersebut membuat dirinya terus berkembang hingga sekarang. Ia juga merasa bangga karena dapat membawa nama baik kampus melalui prestasi non akademik.
Selain latihan fisik, Syahluzan menjaga fokus melalui meditasi sebelum pertandingan dimulai. Cara tersebut membantu dirinya mengendalikan rasa gugup di arena. Meski sering mengikuti kompetisi, ia masih mengalami demam panggung sebelum bertanding.
“Saya masih sering merasa gugup sebelum pertandingan. Namun, saya mencoba tetap fokus dan percaya diri,” ucapnya.
Melalui pengalamannya, Syahluzan berpesan kepada generasi muda untuk terus berkembang selama masa perkuliahan dengan mencoba berbagai kegiatan positif sesuai minat dan kemampuan. Menurutnya, proses latihan dan pengalaman bertanding dapat membentuk karakter disiplin serta tanggung jawab.
Ia pun berharap dapat meraih lebih banyak prestasi pada masa mendatang serta terus membawa nama baik kampus melalui dunia karate.















