Wed, 24 June 2026

Gedung Kuliah Bertambah, Say Good Bye To Kuliah Nyubuh

Reporter: Sylva Anggraeni | Redaktur: Silmy Kaffah Mardhotillah | Dibaca 847 kali

(Ilustrasi oleh: Friska Wulandari/Jurnalposmedia)

JURNALPOSMEDIA.COM – Kuliah jam ke-0 merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh para mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (Dakom) UIN Bandung. Pasalnya, hanya di fakultas inilah terdapat jadwal kuliah pagi jam ke-0 yang dimulai pukul 06.00-07.25 WIB.

Perkuliahan yang dimulai pagi, menyebabkan beberapa mahasiswa membuat candaan kalau kuliah jam ke-0 adalah kuliah nyubuh. Hal ini dikarenakan mahasiswa yang khususnya mempunyai rumah dengan jarak cukup jauh dari kampus harus berangkat sejak subuh agar tidak tertinggal kelas. Terlebih adanya mahasiswa yang sudah datang lebih pagi sebelum dimulainya kelas juga harus menunggu petugas untuk membuka ruang kelas yang masih terkunci.

Tapi sekarang kuliah jam ke-0 di semester genap ini mulai ditiadakan. Informasi ini didapat dari unggahan akun Instagram milik fakultas yaitu @fdkuinbandung. Dalam unggahannya, tertulis,

“Tapi entah ini kabar baik atau nanti dikangenin, bahwa pada jadwal semester genap ini tidak ada kuliah jam ke-0 dan hari Sabtu,” tulis unggahan.

Sontak unggahan tersebut mendapat banyak respon dari mahasiswa.  Mulai dari memberikan tanggapan bersyukur karena tidak harus masuk angin sebab tidak pergi ke kampus sejak subuh atau tidak melihat temannya memakai baju terbalik karena terburu-buru datang ke kampus, hingga ada yang berkomentar kalau kuliah nyubuh akan selalu dirindukan nantinya.

Alasan Jam Ke-0 Dihapuskan

Lalu muncul pula pertanyaan kenapa tidak dari dulu saja jam ke-0 dihapuskan? Jawabannya antara lain disebabkan kurangnya ruang kelas untuk menampung seluruh mahasiswa Fakultas Dakom, yang menyebabkan beberapa kelas harus dimulai sejak pagi pada pukul 06.00 WIB. Bahkan uniknya, ada beberapa ruang kelas dari Fakultas Adab dan Humaniora (Adhum) juga ikut digunakan untuk memenuhi kebutuhan ruang kelas Fakultas Dakom.

Berdasarkan informasi yang didapat dari pihak kampus khususnya Fakultas Dakom, kelas pada jam ke-0 mulai ditiadakan karena gedung kuliah baru di kampus dua sudah diresmikan bulan Januari dan akan mulai digunakan saat perkuliahan semester genap tahun 2024. Dua dari tujuh fakultas yang ada di kampus satu bergeser dan pindah ke kampus dua. Bahkan dalam komentar di Instagram, akun @fdkuinbandung membalas kalau ada 11 kelas ruang kuliah ex Fakultas Ushuludin yang kini dipakai sebagai ruang kuliah Fakultas Dakom.

Bagikan :

Rekomendasi

Menilik Indikator Penilaian Skor Ujian serta Masa Aktif Sertifikat Kursus TOEFA dan TOEFL JURNALPOSMEDIA.COM – Sejalan dengan kegiatan persiapan ujian Test of English for Academics (TOEFA) dan Test of English Foreign Language (TOEFL) yang di adakan oleh Language Center (LC) UIN Bandung, terdapat beberapa indikator penilaian skor ujian serta masa aktif sertifikat kursus bagi mahasiswa. Ketua LC UIN Bandung Abdul Kodir turut menjelaskan, berkenaan dengan skor nilai, setiap tahunnya akan ada beberapa perubahan kebijakan. Hal ini dipicu karena adanya cetakan baru buku Pedoman Akademik di setiap tahunnya. “Jadi kita hanya memberikan keterangan bahwa anda skornya sekian. Nanti umpan-umpannya skornya berlaku atau tidak atau misalkan kurang, maka ya, harus ujian lagi dan kalau mau ujian lagi anda gausah dari ulang harus kursus lagi,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Rabu (27/7/2022). Skor dan Keuntungan yang Didapat Abdul Kodir kembali menjelaskan, mengenai minimal skor yang diraih oleh setiap mahasiswa itu berbeda-beda, hal ini bergantung pada kebijakan Fakultas dan Program Studi Prodi nya masing-masing. Sementara indikator dan standar penilaiannya dinilai dari listening, reading, dan vocabulary. “Untuk vocabulary nya kita itu ingin mahasiswa UIN itu paham dan mengenal vocab-vocab dengan istilah yang dekat dengan keislaman jadi nanti ada kaya English for islamic student jadi nanti ada vocab yang nanti dekat dengan kajian-kajian keislaman,” ungkapnya. Beralih dari tes tersebut, Abdul kembali menuturkan, para mahasiswa yang mengikuti tes dan kursus keterampilan berbahasa nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa sertifikat kursus. “Masa aktif sertifikat tes TOEFL dan TOEFA ini hanya dua tahun, jika sudah lebih dari dua tahun maka harus tes lagi agar mendapatkan skor TOEFL yang terbaru dan sertifikatnya aktif. Sedangkan sertifikat kursus keterampilan berbahasa bisa aktif seumur hidup,” jelasnya. Tanggapan Mahasiswa Terkait Tes TOEFL dan TOEFA Kursus bahasa yang berujung dengan ujian TOAFL dan TOEFA, sebagai syarat kelulusan ini banyak mendapatkan apresiasi dari mahasiswa yang semangat untuk mengikuti kursus tersebut. Mahasiswi jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT), Destiana Rosyidah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Desti juga tidak sungkan mengeluarkan kritik dan sarannya untuk program ini. “Hanya saja sertifikat yang nantinya keluar setelah ujian itu hanya bisa di pakai di kampus saja, tidak bisa di pakai untuk kepentingan di luar kampus, semisal untuk melamar beasiswa atau pekerjaan yang membutuhkan sertifikat serupa,” ungkapnya. Ia juga berharap agar dosen pembimbing kursus mulai memperhatikan kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa nya agar mendapatkan hasil maksimal dalam ujiannya. Karena masih banyak dosen pembimbing yang kurang memperhatikan KBM kursusnya. “Tidak semua dosen pembimbing kursus peduli pada mahasiswa kursusnya. Yah

Tinggalkan komentar pertama