Mon, 22 July 2024

Tresna Prasetya: Donor Darah Baik Untuk Kesehatan

Reporter: Reta Amaliyah | Redaktur: Riska Yunisyah Imilda | Dibaca 498 kali

Wed, 13 December 2017
Salah satu petugas PMI Kota Banjar tengah melakukan pengambilan darah dari salah satu pendonor di Aula Anwar Musaddad UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu (13/12/2017). Donor darah baik bagi kesehatan jika dilakukan secara rutin, juga bermanfaat bagi penerima donor. (Reta Amaliyah/Jurnalposmedia)
Salah satu petugas PMI Kota Banjar tengah melakukan pengambilan darah dari salah satu pendonor di Aula Anwar Musaddad UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu (13/12/2017). Donor darah baik bagi kesehatan jika dilakukan secara rutin, juga bermanfaat bagi penerima donor. (Reta Amaliyah/Jurnalposmedia)

JURNALPOSMEDIA.COM-Donor darah merupakan suatu kegiatan yang penting dan sangat dibutuhkan, baik untuk pendonor maupun pasien yang membutuhkan. Hal tersebutlah yang menjadi latar belakang digelarnya Donor Darah Saintek 2017 di Aula Anwar Musaddad dan bekerjasama dengan PMI Kota Banjar, Rabu (13/12/2017).

Salah seorang Dokter PMI Kota Banjar Tresna Prasetya, menyampaikan ada beberapa standar normatif bagi mereka yang ingin menjadi pendonor. Beberapa di antaranya yaitu tensi darah pendonor harus normal, sistole (hasil pemeriksaan tekanan darah ketika jantung bekerja) di antara 100-140 mmHg. Sedangkan, diastole (hasil pemeriksaan tekanan darah ketika jantung berelaksasi) diantara 70-90 mmHg, berat badan minimal 47 kg, dan hemoglobin tidak kurang dari 12,5.

Khusus untuk ibu hamil dan menyusui serta wanita yang tengah menstruasi tidak diperbolehkan melakukan donor darah. Hal tersebut, dikarenakan pada kondisi demikian wanita membutuhkan nutrisi untuk badannya sendiri. Selain itu, pasien dengan penyakit hipertensi, riwayat penyakit gula, jantung, dan infeksi yang dapat menyebabkan demam juga tidak dianjurkan untuk mendonorkan darah karena akan berakibat fatal bagi penerima donor.

Sebelum melakukan donor darah, pendonor harus mendapat asupan makanan serta istirahat yang cukup karena nantinya pasokan nutrisi dan sel darah merah akan diambil. Jika tidak demikian, dikhawatirkan kondisi tubuh pendonor akan drop, pusing, mual, bahkan jika dipaksakan tak jarang terjadi penurunan kesadaran.

“Darah dari pendonor akan disalurkan di wilayah Kota Banjar. Walaupun kawasannya kecil dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu banyak, kebutuhan darah harus tetap terpenuhi. Maka PMI Kota Banjar bersedia menggantikan PMI Kota Bandung yang berhalangan hadir di acara donor darah ini,” ucap Tresna.

Kedepannya, Tresna berharap bagi pendonor yang terbiasa melakukan donor darah tetap konsisten sehingga dapat menjadi motivator bagi yang lain, karena bila dilakukan secara rutin donor darah baik bagi kesehatan pendonor dan bermanfaat bagi calon penerima donor. Dengan demikian, kebutuhan darah khususnya di Kota Bandung dan Kota Banjar bahkan di seluruh Indonesia selalu terpenuhi.

 

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments