Mon, 17 June 2024

Gerhana Bulan Akan Terjadi Malam Ini, Simak Tata Cara Salatnya

Reporter: Ghina Tsuroya  | Redaktur: Sherly Putri Febrianti | Dibaca 222 kali

Wed, 26 May 2021
gerhana bulan
Shalat berjamaah. (Muhammad Faozan Nurrizqillaah/Jurnalposmedia)

JURNALPOSMEDIA.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gerhana bulan total akan terjadi pada Rabu malam, 26 Mei 2021. Fenomena ini terjadi karena sinar matahari tidak sepenuhnya sampai ke bulan akibat tertutup oleh bumi.

Gerhana bulan total terjadi ketika matahari – bumi – bulan dalam posisi sejajar, karena saat inilah bulan berada di umbra bumi. Malam ini, saat puncak gerhana terjadi, masyarakat akan melihat bulan tampak lebih besar dan berwarna merah (Super Blood Moon).

Adapun umat Islam dianjurkan melakukan salat gerhana ketika salah satu peristiwa besar ini terjadi. Al-Mughirah bin Syu’ban berkata, “Pada masa Rasulullah ﷺ pernah terjadi gerhana matahari, yaitu pada hari meninggalnya Ibrahim (putra beliau). Orang-orang lalu berkata, ‘Gerhana matahari ini terjadi karena meninggalnya Ibrahim!’

Maka Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya gerhana matahari dan bulan terjadi bukan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, shalat dan berdoalah kalian kepada Allah!” (HR. Bukhari)

Dilansir dari Rumaysho.com, berikut tata cara salat ketika terjadi gerhana.

  1. Berniat melaksanakan salat gerhana
  2. Takbiratul ihram sebagaimana salat biasa
  3. Membaca doa iftitah dan dilanjutkan dengan membaca surah al-Fatihah
  4. Membaca surah yang panjang dengan dijahr-kan (dikeraskan suaranya).

Nabi menjahr-kan bacaannya ketika shalat gerhana,” (HR. Bukhari No. 1065 dan Muslim No. 901).

  1. Kemudian ruku’ dan memanjangkannya
  2. I’tidal
  3. Setelah I’tidal, tidak langsung sujud. Melainkan dilanjutkan dengan membaca al-Fatihah dan surah yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.
  4. Lalu ruku’ kembali, kemudian I’tidal
  5. Selanjutnya bersujud dengan panjang yang sama ketika ruku’, lalu duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali.
  6. Bangkit dari sujud, dan lakukan rakaat kedua persis seperti rakaat pertama tadi.
  7. Tasyahud
  8. Salam
  9. Lantas, imam menyampaikan khutbah berisi anjuran untuk berdzikir, beristighfar, dan juga berdoa.

Gerhana bulan total di Indonesia terjadi pada pukul 18.09.21 WIB, 19.09.21 WITA, dan 20.09.21 WIT. Sedangkan puncak gerhana bulan akan terjadi pada pukul 18.18.43 WIB, 19.18.43 WITA, dan 20.18.43 WIT. Gerhana bulan total berakhir pada pukul 18.28.05 WIB, 19.28.05 WITA, dan 20.28.05 WIT.

Ketiga fase ini dapat disaksikan oleh seluruh wilayah di Indonesia, kecuali di sebagian Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments