Fri, 3 July 2026

Berawal dari Pupuh, Putri Anggira Kini Kejar Mimpi di Dunia Musik

Reporter: ZULFA NAILIL MUNA | Redaktur: RIANITARI LATIFA | Dibaca 230 kali

Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi

JURNALPOSMEDIA.COM – Berawal dari kepercayaan guru yang melihat potensi suaranya, Putri Anggira Sabitha mulai menekuni dunia tarik suara hingga menemukan bakat yang selama ini tidak ia sadari. Pengalaman mengikuti lomba menyanyi tingkat kabupaten menjadi titik awal dirinya semakin percaya diri untuk berkembang di bidang vokal.

“Jadi dulu tuh passion aku sebenernya di tari, sampai waktu SMP aku ditunjuk guru buat ikutan lomba pupuh tingkat kabupaten. Alhamdulillah waktu itu menang, dari situ aku sadar ternyata aku punya potensi di nyanyi juga,” ujarnya saat diwawancarai Jurnalposmedia, Rabu (13/5/2026).

Sejak saat itu, Putri mulai sering mengikuti berbagai lomba vokal, mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat yang lebih tinggi. Menurutnya, kemenangan yang diraih maupun keikutsertaannya dalam lomba membuat dirinya semakin yakin untuk terus berkembang di dunia musik.

Kini, musik bukan lagi sekadar hobi bagi Putri. Ia telah memiliki dua lagu sendiri di platform Spotify dan YouTube, serta tergabung dalam dua band musik. Bahkan, ia berharap dapat mengikuti ajang Indonesian Idol pada akhir tahun ini.

“Sekarang nyanyi tuh gak cuma hobi, tapi udah ditahap punya mimpi sama harapan yang tinggi, pengen lebih dikenal dan pengen berkarya lebih banyak lagi,” katanya.

Lomba terakhir yang diikuti oleh putri adalah lomba solo vocal pada acara FIDKOMFEST 2026. Sebelumnya, ia juga mengikuti lomba pupuh tingkat Jawa Barat pada Festival Literasi dan Budaya yang diselenggarakan oleh Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 8 April 2026 dan berhasil meraih juara dua.

Dalam penampilannya di FIDKOMFEST 2026, putri membawakan lagu Speechless dari film Disney Aladdin. Ia mengaku sudah menyukai lagu tersebut sejak pertama kali menonton filmnya beberapa tahun lalu.

“Aku suka banget sama lagu dari Naomi Scott itu karena maknanya tentang perempuan yang berani melawan ketidakadilan. Selain nadanya menantang, lagu itu juga bikin aku semangat waktu bawainnya,” ungkapnya.

Dibalik penampilannya di atas panggung, putri mengaku lebih sering berlatih sendiri di kamar. Sesekali ia menggunakan mikrofon hanya untuk mengukur nada dan jarak suara saat membawakan nada tinggi. Namun, pada awal dirinya mengikuti lomba, sang ayah selalu mendampinginya saat latihan.

“Dasar-dasar nyanyi aku tuh banyak diajarin sama papa, karena papa juga memang bisa nyanyi. Dulu kalau latihan selalu ditemenin,” ujarnya.

Putri juga menyebut kedua orang tuanya sebagai sosok yang paling mendukung perjalanan bermusiknya hingga saat ini. Selain keluarga, teman-teman terdekatnya juga selalu memberikan semangat ketika dirinya tampil di perlombaan. 

Menurut Putri, pengalaman mengikuti lomba menjadi salah satu cara penting untuk mengembangkan bakat. Ia berharap kepada siapapun agar tidak takut menunjukkan kemampuan yang dimiliki.

“Kalau udah tahu bakat diri sendiri, kenapa enggak ditunjukin? Karena dampaknya bisa besar banget buat masa depan,” pungkasnya.

 

Bagikan :

Rekomendasi

Menilik Indikator Penilaian Skor Ujian serta Masa Aktif Sertifikat Kursus TOEFA dan TOEFL JURNALPOSMEDIA.COM – Sejalan dengan kegiatan persiapan ujian Test of English for Academics (TOEFA) dan Test of English Foreign Language (TOEFL) yang di adakan oleh Language Center (LC) UIN Bandung, terdapat beberapa indikator penilaian skor ujian serta masa aktif sertifikat kursus bagi mahasiswa. Ketua LC UIN Bandung Abdul Kodir turut menjelaskan, berkenaan dengan skor nilai, setiap tahunnya akan ada beberapa perubahan kebijakan. Hal ini dipicu karena adanya cetakan baru buku Pedoman Akademik di setiap tahunnya. “Jadi kita hanya memberikan keterangan bahwa anda skornya sekian. Nanti umpan-umpannya skornya berlaku atau tidak atau misalkan kurang, maka ya, harus ujian lagi dan kalau mau ujian lagi anda gausah dari ulang harus kursus lagi,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Rabu (27/7/2022). Skor dan Keuntungan yang Didapat Abdul Kodir kembali menjelaskan, mengenai minimal skor yang diraih oleh setiap mahasiswa itu berbeda-beda, hal ini bergantung pada kebijakan Fakultas dan Program Studi Prodi nya masing-masing. Sementara indikator dan standar penilaiannya dinilai dari listening, reading, dan vocabulary. “Untuk vocabulary nya kita itu ingin mahasiswa UIN itu paham dan mengenal vocab-vocab dengan istilah yang dekat dengan keislaman jadi nanti ada kaya English for islamic student jadi nanti ada vocab yang nanti dekat dengan kajian-kajian keislaman,” ungkapnya. Beralih dari tes tersebut, Abdul kembali menuturkan, para mahasiswa yang mengikuti tes dan kursus keterampilan berbahasa nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa sertifikat kursus. “Masa aktif sertifikat tes TOEFL dan TOEFA ini hanya dua tahun, jika sudah lebih dari dua tahun maka harus tes lagi agar mendapatkan skor TOEFL yang terbaru dan sertifikatnya aktif. Sedangkan sertifikat kursus keterampilan berbahasa bisa aktif seumur hidup,” jelasnya. Tanggapan Mahasiswa Terkait Tes TOEFL dan TOEFA Kursus bahasa yang berujung dengan ujian TOAFL dan TOEFA, sebagai syarat kelulusan ini banyak mendapatkan apresiasi dari mahasiswa yang semangat untuk mengikuti kursus tersebut. Mahasiswi jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT), Destiana Rosyidah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Desti juga tidak sungkan mengeluarkan kritik dan sarannya untuk program ini. “Hanya saja sertifikat yang nantinya keluar setelah ujian itu hanya bisa di pakai di kampus saja, tidak bisa di pakai untuk kepentingan di luar kampus, semisal untuk melamar beasiswa atau pekerjaan yang membutuhkan sertifikat serupa,” ungkapnya. Ia juga berharap agar dosen pembimbing kursus mulai memperhatikan kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa nya agar mendapatkan hasil maksimal dalam ujiannya. Karena masih banyak dosen pembimbing yang kurang memperhatikan KBM kursusnya. “Tidak semua dosen pembimbing kursus peduli pada mahasiswa kursusnya. Yah

Tinggalkan komentar pertama