Mon, 17 August 2026

Atasi Sampah Sekaligus Buka Peluang Usaha, KKN Dwidaya Arutala Edukasi Budi Daya Maggot di Desa Kopo

Reporter: Husna Nurfadhilah (Kontributor) | Redaktur: Sahara Putri Amiliana | Dibaca 5 kali

Sumber foto: Husna Nurfadhilah (Kontributor)

JURNALPOSMEDIA.COM Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok dua Dwidaya Arutala menggelar kegiatan edukasi budi daya maggot bagi warga RW 04 Desa Kopo. Program ini dihadirkan sebagai langkah konkret dalam mengatasi permasalahan penumpukan sampah organik sekaligus membina potensi ekonomi masyarakat setempat.

Berawal dari Keluhan di Lingkungan dan Aspirasi Warga

Inisiatif tersebut lahir dari hasil rembug warga pada siklus pertama program KKN. Dalam forum diskusi tersebut, warga RW 04 mengeluhkan persoalan sampah lingkungan yang tak kunjung terurai dan kerap memicu bau tidak sedap.
Di sisi lain, kelompok ibu-ibu setempat menyampaikan aspirasinya untuk memiliki kegiatan produktif yang berpotensi menghasilkan pendapatan mandiri. Merespons dua isu tersebut, mahasiswa KKN memfasilitasi pelatihan budi daya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi terpadu yang menjembatani masalah lingkungan dan kebutuhan ekonomi warga.

Maggot BSF, Solusi Ramah Lingkungan yang Efektif

Metode pengolahan sampah berbasis larva lalat BSF ini dipilih bukan tanpa alasan. Budi daya maggot terbukti sangat ramah lingkungan dan memiliki efisiensi tinggi. Maggot BSF Mampu mengonsumsi sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan dalam jumlah besar dengan waktu yang relatif singkat.
Melalui proses biologis ini, limbah dapur yang tadinya berpotensi mencemari lingkungan dapat tereduksi secara signifikan langsung dari sumbernya, sehingga beban tempat pembuangan sampah akhir dapat berkurang.

Efisien, Bermodal Minim, dan Mudah Dijalankan Oleh Warga

Selain efektif mengolah limbah dapur, budi daya maggot juga dinilai sangat ideal untuk diterapkan pada skala rumah tangga karena tidak memerlukan modal besar maupun lahan yang luas. Peralatan yang dibutuhkan tergolong sederhana dan dapat memanfaatkan wadah bekas yang ada di sekitar pemukiman.
Proses pemeliharaannya pun tergolong mudah dipelajari dan fleksibel untuk dijalankan khususnya ibu rumah tangga, di sela-sela aktivitas harian. Hal ini membuat program budi daya maggot menjadi opsi kegiatan produktif bagi kelompok ibu-ibu di Desa Kopo.

Harapan Keberlanjutan dan Peluang Usaha Mandiri

Melalui edukasi dan pendampingan ini, Kelompok dua Dwidaya Arutala berharap warga RW 04 dapat merawat serta mengembangkannya secara konsisten bahkan setelah masa KKN berakhir. Hasil panen maggot sendiri memiliki nilai jual tinggi sebagai pakan alternatif berprotein tinggi untuk ternak unggas dan ikan.
Selain menuntaskan masalah sampah dari sumbernya, keberlanjutan budi daya ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru yang bernilai ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian finansial bagi warga Desa Kopo.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama