JURNALPOSMEDIA.COM — Es teler ubi ungu menjadi salah satu minuman unik yang menarik perhatian mahasiswa, tempatnya berada Di bawah Pohon Rindang (DPR) UIN Bandung. Dalam beberapa bulan terakhir, minuman ini mulai ramai dibeli. Perpaduan es teler dengan ubi ungu menghadirkan variasi rasa yang berbeda dari es teler pada umumnya.
Penjual es teler ubi ungu, Asep Opik, mengakatan ide jualan tersebut muncul setelah melihat tren di media sosial, khususnya TikTok. Saat itu, ia belum menemukan penjual serupa di sekitar kampus, sehingga mencoba menjual minuman tersebut di kawasan UIN Bandung.
“Dilihat di media sosial, terutama TikTok, lagi rame. Kebetulan di daerah kampus belum ada yang jualan. Pas dicoba ternyata lumayan rame juga pembelinya,” ujarnya pada Selasa (12/5/2026).
Asep menjelaskan penggunaan ubi ungu menjadi daya tarik utama minumannya. Menurutnya, kebanyakan es teler memakai buah seperti alpukat dan kelapa. Ia mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda agar pembeli penasaran. Selain itu, warna ungu dipilih karena terinspirasi dari kesukaan istrinya terhadap barang berwarna ungu.
“Aneh aja, biasanya es itu pakainya buah-buahan. Es buah atau sup buah juga sudah banyak, jadi orang penasaran nyobain es pakai ubi,” katanya.
Ia juga menambahkan proses pembuatan es teler ubi ungu membutuhkan waktu lama. Ubi harus direbus dan dikukus terlebih dahulu sebelum dicampurkan ke minuman. Selain itu, proses membuat campuran krimer juga membutuhkan waktu tersendiri.
Asep telah berjualan es teler ubi ungu selama sekitar empat bulan. Sebelumnya, ia sempat berjualan di depan gerbang UINsebelum akhirnya berpindah ke area DPR karena jumlah pembeli yang meningkat. Menurutnya, mahasiswa menjadi pelanggan yang paling sering datang.
Salah satu pembeli, Adwa, mengaku tertarik mencoba karena jarang menemukan es teler berbahan ubi ungu. Ia menilai perpaduan rasa ubi dan es teler cukup cocok serta menyegarkan.
“Pas dijadiin es kayak gitu ternyata enak. Jadi aku bisa nyobain rasa baru juga,” ungkap Adwa pada Selasa (12/5/2026).
Adwa mengatakan telah membeli minuman tersebut sebanyak dua kali dan merekomendasikannya kepada teman-temannya. Ia menilai harga dan porsi minuman sesuai dengan kalangan mahasiswa.
Ke depan, Asep berencana mencari lokasi yang lebih ramai untuk meningkatkan penjualan. Usaha tersebut, menurutnya, menjadi salah satu sumber untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari.















