Sat, 1 August 2026

Oifyoo: Porsi Jumbo Harga Rakyat

Reporter: ASAD RIZALY SYAHR/MAGANG | Redaktur: ANGGIA ANANDA SAFITRI | Dibaca 677 kali

(Sumber foto: Asad Rizaly Syahr/Magang)

JURNALPOSMEDIA.COM – Di balik tembok penuh poster-poster jadul berwarna-warni yang menciptakan suasana vintage nan hangat, pelanggan tampak asyik, menandakan tempat makan ‘Oifyoo’ bukan sekadar tempat isi perut, tapi juga jadi tempat berkumpul yang nyaman dan membumi.

Inilah salah satu daya tarik Oifyoo yang sudah berdiri sejak tahun 2017. Dengan interior yang nyentrik dan penuh karakter, dindingnya dihiasi tempelan ratusan poster vintage bertema kuliner, menciptakan kesan unik dan penuh nostalgia. Meski sederhana, atmosfernya langsung memberi rasa betah bagi siapa pun yang datang.

Namun bukan hanya suasananya yang bikin orang kembali. Porsi mie ayam jumbo dengan topping mozzarella jadi alasan utama tempat ini selalu ramai.

Kepala HRD Oifyoo, Riski mengungkapkan, porsi besar dengan topping mozzarella menjadi keunikan utama yang ditawarkan tempat makan ini.

“Keunikannya di porsi yang jumbo dan topping mozzarella. Itu yang paling diunggulkan,” ujar Riski saat ditemui pada Sabtu (25/5/2025).

Oifyoo sengaja mempertahankan harga yang ramah di kantong agar makanan bisa dinikmati masyarakat luas.

“Kita juga dari orang kecil, jadi kita ingin orang-orang bisa merasakan makanan berkualitas tapi tetap murah. Kita juga ngambil untungnya kecil aja,” lanjut Riski.

Strategi mereka sederhana namun efektif, menjaga kualitas rasa dengan menyediakan menu-menu yang murah tapi enak dan berkualitas, sehingga pelanggan merasa puas dan mau kembali lagi.

Salah satu menu andalannya adalah mie ayam jumbo yang ukurannya nyaris sebesar telapak tangan orang dewasa. Disandingkan dengan segelas teh manis jumbo berisi es batu penuh, paket makan siang ini dibanderol dengan harga yang tetap ramah di kantong.

Minuman teh manis jumbo juga menjadi favorit. “Kita sediakan yang simple-simple aja, asal terjangkau. Intinya merakyat,” ujar Riski.

Salah satu pelanggan, Jaka (19) mengungkapkan alasannya memilih Oifyoo meski jaraknya cukup jauh dari kos.

“Menu di sini affordable banget dan variatif. Best seller-nya mie ayam dengan empat jenis saus. Kecap, Korea, black pepper, dan cabe hijau. Selain itu, ada menu lain seperti beef enoki, mix platter, dan teh manis yang sederhana tapi pas sebagai pelengkap,” tuturnya.

“Tempat ini memang jadi place to go kalau kamu lagi di Bandung,” tambahnya.

Dibangun atas inisiatif Indrita Janwaresti Sutiara, Oifyoo tetap bertahan dengan prinsip sederhana. Enak, murah, dan berkualitas.

Tempat ini buka setiap hari dari jam 11 siang hingga 9 malam, dan seringkali sudah dipenuhi pembeli sejak siang hari. Menu seperti mie ayam, ayam mozzarella, dan teh manis jumbo selalu menjadi incaran utama.

Di tengah derasnya tren kuliner yang terus berubah, Oifyoo setia pada gayanya sendiri. Yaitu sederhana, jujur, dan bikin kenyang. Sebuah bukti bahwa bisnis kuliner tidak melulu soal kemewahan, tapi juga ketulusan dan rasa.

Bagikan :

Rekomendasi

Menilik Indikator Penilaian Skor Ujian serta Masa Aktif Sertifikat Kursus TOEFA dan TOEFL JURNALPOSMEDIA.COM – Sejalan dengan kegiatan persiapan ujian Test of English for Academics (TOEFA) dan Test of English Foreign Language (TOEFL) yang di adakan oleh Language Center (LC) UIN Bandung, terdapat beberapa indikator penilaian skor ujian serta masa aktif sertifikat kursus bagi mahasiswa. Ketua LC UIN Bandung Abdul Kodir turut menjelaskan, berkenaan dengan skor nilai, setiap tahunnya akan ada beberapa perubahan kebijakan. Hal ini dipicu karena adanya cetakan baru buku Pedoman Akademik di setiap tahunnya. “Jadi kita hanya memberikan keterangan bahwa anda skornya sekian. Nanti umpan-umpannya skornya berlaku atau tidak atau misalkan kurang, maka ya, harus ujian lagi dan kalau mau ujian lagi anda gausah dari ulang harus kursus lagi,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Rabu (27/7/2022). Skor dan Keuntungan yang Didapat Abdul Kodir kembali menjelaskan, mengenai minimal skor yang diraih oleh setiap mahasiswa itu berbeda-beda, hal ini bergantung pada kebijakan Fakultas dan Program Studi Prodi nya masing-masing. Sementara indikator dan standar penilaiannya dinilai dari listening, reading, dan vocabulary. “Untuk vocabulary nya kita itu ingin mahasiswa UIN itu paham dan mengenal vocab-vocab dengan istilah yang dekat dengan keislaman jadi nanti ada kaya English for islamic student jadi nanti ada vocab yang nanti dekat dengan kajian-kajian keislaman,” ungkapnya. Beralih dari tes tersebut, Abdul kembali menuturkan, para mahasiswa yang mengikuti tes dan kursus keterampilan berbahasa nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa sertifikat kursus. “Masa aktif sertifikat tes TOEFL dan TOEFA ini hanya dua tahun, jika sudah lebih dari dua tahun maka harus tes lagi agar mendapatkan skor TOEFL yang terbaru dan sertifikatnya aktif. Sedangkan sertifikat kursus keterampilan berbahasa bisa aktif seumur hidup,” jelasnya. Tanggapan Mahasiswa Terkait Tes TOEFL dan TOEFA Kursus bahasa yang berujung dengan ujian TOAFL dan TOEFA, sebagai syarat kelulusan ini banyak mendapatkan apresiasi dari mahasiswa yang semangat untuk mengikuti kursus tersebut. Mahasiswi jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT), Destiana Rosyidah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Desti juga tidak sungkan mengeluarkan kritik dan sarannya untuk program ini. “Hanya saja sertifikat yang nantinya keluar setelah ujian itu hanya bisa di pakai di kampus saja, tidak bisa di pakai untuk kepentingan di luar kampus, semisal untuk melamar beasiswa atau pekerjaan yang membutuhkan sertifikat serupa,” ungkapnya. Ia juga berharap agar dosen pembimbing kursus mulai memperhatikan kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa nya agar mendapatkan hasil maksimal dalam ujiannya. Karena masih banyak dosen pembimbing yang kurang memperhatikan KBM kursusnya. “Tidak semua dosen pembimbing kursus peduli pada mahasiswa kursusnya. Yah

Tinggalkan komentar pertama