Sat, 1 August 2026

Boikot Produk Pendukung Israel Meningkat di Tengah Serangan ke Palestina

Reporter: Nurul Hikmah/Magang | Redaktur: Silmy Kaffah Mardhotillah | Dibaca 1178 kali

(Sumber foto: Mayadeen English)

JURNALPOSMEDIA.COM – Gerakan pemboikotan terhadap produk dari pendukung Israel semakin gencar dilakukan terutama di Indonesia. Hal tersebut dilakukan seiring dengan terus berjalannya serangan bertubi-tubi dari Israel kepada masyarakat Palestina.

Menanggapi hal ini, masyarakat Indonesia semakin berani untuk menunjukkan rasa solidaritasnya dengan ikut berpartisipasi dalam isu kemanusiaan melalui berbagai kegiatan. Salah satunya adalah penggalangan dana untuk membantu meringankan penderitaan warga Palestina.

Salah seorang warga, Romlah menyatakan pernah mengikuti acara doa dan penggalangan dana online untuk warga Palestina.

Alhamdulillah saya pernah ikut waktu acara doa dan penggalangan dana untuk warga Palestina yang diadakan oleh Pemkot Bandung saat akhir tahun, dan juga ikut berpartisipasi untuk penggalangan dana online,ujarnya saat diwawancarai Jurnalposmedia pada Kamis (20/06/2024).

Selain itu, masyarakat semakin berani untuk menunjukkan sikap protes dengan melakukan aksi pemboikotan produk tertentu.

Seperti yang dilakukan oleh salah satu mahasiswi UIN Bandung, Siti Fatimah Azzahra, menurutnya aksi ini harus dilakukan agar pendapatan produk tersebut berkurang sehingga bisa secara tidak langsung meringankan penderitaan warga Palestina.

“Aksi ini harus dilakukan karena dari berita di televisi diinformasikan kalau produk yang pro Israel itu menyumbangkan sebagian dananya untuk membeli alat perang. Dengan kita tidak membeli produk pro Israel akan sedikit mengurangi pemasukan produk tersebut,tuturnya.

Di samping itu, Siti menambahkan, aksi pemboikotan produk adalah salah satu bentuk nyata dan efektif. Karena Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah mengeluarkan fatwa dan banyak masyarakat yang mulai mengurangi atau tidak membeli produk yang terafiliasi Israel.

“Cukup efektif karena MUI sudah mengeluarkan fatwa untuk tidak membeli produk pro Israel, jadi mulai banyak masyarakat yang tahu tentang hal ini, contoh terdekatnya yaitu keluarga dan teman saya. Otomatis pemasukan untuk produk tersebut akan berkurang,” tambahnya.

Salah seorang mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi Hubungan Masyarakat (Humas), Mila Inayatul Maula menyampaikan pesan untuk masyarakat yang belum ikut aksi pemboikotan ini. Ia mengajak agar sama-sama menyuarakan aksi ini sebagai bentuk rasa kemanusiaan.

Bagi yang belum bisa ikut penggalangan dan untuk Palestina, semoga ke depannya bisa berpartisipasi. Ayo kita sama-sama menyuarakan aksi pemboikotan ini sebagai bentuk rasa solidaritas dan kemanusiaan,” ajaknya.

Bagikan :

Rekomendasi

Menilik Indikator Penilaian Skor Ujian serta Masa Aktif Sertifikat Kursus TOEFA dan TOEFL JURNALPOSMEDIA.COM – Sejalan dengan kegiatan persiapan ujian Test of English for Academics (TOEFA) dan Test of English Foreign Language (TOEFL) yang di adakan oleh Language Center (LC) UIN Bandung, terdapat beberapa indikator penilaian skor ujian serta masa aktif sertifikat kursus bagi mahasiswa. Ketua LC UIN Bandung Abdul Kodir turut menjelaskan, berkenaan dengan skor nilai, setiap tahunnya akan ada beberapa perubahan kebijakan. Hal ini dipicu karena adanya cetakan baru buku Pedoman Akademik di setiap tahunnya. “Jadi kita hanya memberikan keterangan bahwa anda skornya sekian. Nanti umpan-umpannya skornya berlaku atau tidak atau misalkan kurang, maka ya, harus ujian lagi dan kalau mau ujian lagi anda gausah dari ulang harus kursus lagi,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Rabu (27/7/2022). Skor dan Keuntungan yang Didapat Abdul Kodir kembali menjelaskan, mengenai minimal skor yang diraih oleh setiap mahasiswa itu berbeda-beda, hal ini bergantung pada kebijakan Fakultas dan Program Studi Prodi nya masing-masing. Sementara indikator dan standar penilaiannya dinilai dari listening, reading, dan vocabulary. “Untuk vocabulary nya kita itu ingin mahasiswa UIN itu paham dan mengenal vocab-vocab dengan istilah yang dekat dengan keislaman jadi nanti ada kaya English for islamic student jadi nanti ada vocab yang nanti dekat dengan kajian-kajian keislaman,” ungkapnya. Beralih dari tes tersebut, Abdul kembali menuturkan, para mahasiswa yang mengikuti tes dan kursus keterampilan berbahasa nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa sertifikat kursus. “Masa aktif sertifikat tes TOEFL dan TOEFA ini hanya dua tahun, jika sudah lebih dari dua tahun maka harus tes lagi agar mendapatkan skor TOEFL yang terbaru dan sertifikatnya aktif. Sedangkan sertifikat kursus keterampilan berbahasa bisa aktif seumur hidup,” jelasnya. Tanggapan Mahasiswa Terkait Tes TOEFL dan TOEFA Kursus bahasa yang berujung dengan ujian TOAFL dan TOEFA, sebagai syarat kelulusan ini banyak mendapatkan apresiasi dari mahasiswa yang semangat untuk mengikuti kursus tersebut. Mahasiswi jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT), Destiana Rosyidah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Desti juga tidak sungkan mengeluarkan kritik dan sarannya untuk program ini. “Hanya saja sertifikat yang nantinya keluar setelah ujian itu hanya bisa di pakai di kampus saja, tidak bisa di pakai untuk kepentingan di luar kampus, semisal untuk melamar beasiswa atau pekerjaan yang membutuhkan sertifikat serupa,” ungkapnya. Ia juga berharap agar dosen pembimbing kursus mulai memperhatikan kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa nya agar mendapatkan hasil maksimal dalam ujiannya. Karena masih banyak dosen pembimbing yang kurang memperhatikan KBM kursusnya. “Tidak semua dosen pembimbing kursus peduli pada mahasiswa kursusnya. Yah

Tinggalkan komentar pertama