JURNALPOSMEDIA.COM – Himpunan Mahasiswa Sosiologi mengadakan Kegiatan workshop public speaking di Aula FISIP lantai 2 pada Kamis (21/5/2025). Kegiatan ini diikuti mahasiswa Sosiologi serta beberapa mahasiswa dari program studi lain. Workshop Tersebut bertujuan untuk melatih kemampuan komunikasi, meningkatkan rasa percaya diri, serta membantu mahasiswa berani berbicara di depan publik melalui penyampaian materi dan sesi praktik langsung.
Kegiatan ini mengusung tema “Menguatkan Makna, Menciptakan Generasi yang Komunikatif dan Berintegritas”, kegiatan workshop ini tidak hanya berfokus kepada teknik berbicara, tetapi juga menekankan pentingnya pesan yang disampaikan.
”The Sosiologist POV”, yang artinya hadir dalam suara. Salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa, khususnya mahasiswa Sosiologi yang nantinya akan terjun langsung kepada masyarakat.
Ketua Pelaksana, Anisa menjelaskan bahwa kata “Makna” itu mencerminkan diri kita yang sebenarnya, jadi kita harus mampu menyampaikan makna ataupun artinya. Kemudian menciptakan “Generasi yang Komunikatif” juga kita memerlukan skill untuk bisa berkomunikasi, karena pada akhirnya mahasiswa akan terjun ke masyarakat. Berharapnya nanti mahasiswa itu bisa berbicara dengan jelas, dengan ada nya tujuan, argumen, dan kemudian direalisasikan dengan tindakan.
”Tujuan diadakannya acara ini pada awalnya karena aku merasakan kalau presentasi agak takut dan juga takut salah. Hal ini juga dirasakan sama teman-teman. Kemudian, karena aku sebagai staff ahli Departemen Kesejahteraan Mahasiswa merasa perlu adanya wadah kegiatan public speaking untuk melatih kemampuan komunikasi mahasiswa,” ucap Anisa saat diwawancarai Jurnalposmedia pada Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini hadir sebagai wadah mahasiswa untuk belajar membangun rasa percaya diri didepan umum, melatih kemampuan komunikasi, dan memahami bagaimana menyampaikan pesan dengan baik dan bermakna. Menurut Anisa, dalam pelaksanaannya, kegiatan tidak hanya memaparkan materi mengenai dasar-dasar komunikasi dan public speaking, tetapi juga menghadirkan praktik berbicara di depan umum langsung. Praktik penting dalam melatih kemampuan berbicara di depan umum. Ia menilai bahwa membayangkan atau melihat saja tidak cukup bila tidak langsung dipraktikan.
Dibalik suksesnya kegiatan tersebut, panitia juga mengalami kendala selama proses persiapan maupun pelaksanaan. Salah satu kendala utama yaitu penyesuaian jadwal karena pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan pada hari aktif perkuliahan. Akibatnya, beberapa peserta harus keluar masuk ruangan untuk mengikuti kelas.
Salah satu peserta, Naura Syakilani, mengaku kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap rasa percaya dirinya saat berbicara di depan publik, dan untuk sesi peatihan menurutnya bagian paling menarik karena peserta dapat belajar secara langsung bagaimana menjelaskan sesuatu dihadapan publik.
“Praktik Public Speaking nya, karena kita jadi tahu bagaimana menjelaskan sesuatu hal kehadapan publik dengan percaya diri,” ucap Naura.
Melalui workshop public speaking ini, panitia berharap mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman selama satu hari kegiatan, tetapi dengan pematerian hari ini bisa diterapkan dalam kegiatan sehari-sehari, seperti saat presentasi bisa lebih percaya diri. Kemampuan berkomunikasi dinilai menjadi bekal yang sangat penting bagi menyampaikan sebuah pesan dengan percaya diri dan penuh makna dalam penyampaiannya.
















