Mon, 7 September 2026

Api Membara di TPA Putri Cempo Solo, Warga Terdampak Kepulan Asap

Reporter: RIRIN YULIANI | Redaktur: RIANITARI LATIFA | Dibaca 42 kali

Sumber Ilustrasi: Pinterest

JURNALPOSMEDIA – Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, mengalami kebakaran pada Rabu malam (02/09/2026). Kebakaran terjadi di area timbunan sampah dan hingga Sabtu (05/09/2026) masih dalam proses pemadaman. Kobaran api yang berada dalam tumpukan sampah membuat proses pemadaman  berlangsung cukup sulit.

Dilansir dari ANTARA, Lurah Mojosongo, Katarina Kartika Panca Chris Daryani menerima laporan terbakarnya TPA tersebut sekitar pukul 18.00 WIB. Lokasi yang terbakar berada di blok B yang meluas ke sisi utara, tepatnya di tempat yang berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar. Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan pemadaman di area utara dan barat.

Sementara itu, Dilansir dari detikNews. kebakaran masih berlangsung hingga Kamis (3/9) malam. Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 21.36 WIB, api masih terlihat membara di Blok B, C, dan D. Asap tebal juga masih mengepul dari sejumlah titik, sehingga petugas terus melakukan penyemprotan air dan pendinginan untuk mencegah api kembali membesar.

Dampak kebakaran juga dirasakan oleh warga sekitar. Asap kebakaran mencapai wilayah Plesungan, Kabupaten Karanganyar. Dilansir dari ANTARA, asap pekat juga mulai memasuki pemukiman warga di Dusun Jatirejo, Kelurahan Mojosongo. Puluhan warga kemudian dievakuasi ke Pendopo Kelurahan Mojosongo sebagai langkah penanganan dampak asap kebakaran.

Pada Jumat (04/09/2026), satu unit helikopter polisi dikerahkan untuk membantu pemadaman api menggunakan metode water bombing. Helikopter tersebut digunakan untuk menumpahkan air dari udara dalam upaya memadamkan kebakaran TPA Putri Cempo yang telah berlangsung selama tiga hari.

Selain pemadaman, pemerintah juga perlu memperhatikan dampak lanjutan yang ditimbulkan oleh kebakaran, terutama terkait kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Pemantauan terhadap arah pergerakan asap, kondisi warga, serta aktivitas sekolah di sekitar lokasi menjadi bagian penting selama status tanggap darurat diberlakukan. Masyarakat juga diharapkan mengikuti imbauan dari pemerintah dan tidak mendekati area kebakaran tanpa kepentingan.

 

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama