Sun, 13 September 2026

Mahasiswa FK UB Tuntas Jalani Operasi, Polisi Dalami Penyebab Kejadian

Reporter: Mega Nurianti | Redaktur: Nida Rasya Kania | Dibaca 58 kali

Sumber foto: Freepik

JURNALPOSMEDIA.COM – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) berinisial RR (19) menjalani operasi yang dilakukan setelah dirinya mengalami sejumlah luka akibat terjatuh dari gedung kampus pada Kamis (10/9/2026).

Dilansir dari DetikJatim, RR menjalani tindakan medis pada Jumat (11/9/2026) untuk menangani luka pada tulang patah di sekitar tubuhnya. Setelah menjalani operasi, kondisi RR dilaporkan stabil dan masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU.

Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta mengungkapkan RR mengalami sejumlah luka akibat benturan keras. Benturan tersebut terjadi setelah korban terjatuh dari ketinggian 25 meter hingga mengenai area parkiran gedung.

Setelah menjalani operasi, kondisi RR dipantau secara intensif oleh tim medis Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Kedua orang tua RR juga telah tiba di Malang untuk mendampingi proses pemulihan anaknya.

Dikutip dari CNN Indonesia, kejadian berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB di Gedung Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) UB. Polisi menerima laporan masyarakat dan langsung mengerahkan anggota Polsek Lowokwaru bersama Tim Inafis ke lokasi.

Saat ditemukan, RR masih dalam kondisi hidup dan segera dievakuasi menuju IGD RSSA Malang. Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Shobikin mengatakan polisi belum dapat meminta keterangan korban.

RR diketahui merupakan mahasiswa FK UB semester tiga dan angkatan 2025. Ketua Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan (ULTKSP) FBiPK UB, Dwi Retnoningsih juga membenarkan identitas tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan CCTV, RR diketahui masuk ke gedung sekitar pukul 08.26 WIB. Rekaman tersebut menunjukkan RR sempat naik menuju lantai enam sebelum terdengar suara benturan keras dari area parkiran.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang berkaitan dengan korban. Pemeriksaan melibatkan rekan kuliah, dosen, hingga pacar korban untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum insiden.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi turut mendalami dugaan persoalan asmara yang dialami RR. Namun, informasi tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kejadian.

Selain penanganan medis, FK UB juga melakukan pendampingan terhadap kondisi kesehatan mental mahasiswa. Staf Humas FK UB, Dame Marpaung mengatakan pihak fakultas melakukan screening kesehatan mental secara berkala.

FK UB juga menyediakan layanan konseling pada tingkat mahasiswa, fakultas, hingga universitas. Layanan tersebut digunakan sebagai bagian dari pendampingan mahasiswa yang membutuhkan perhatian selama menjalani pendidikan.Hingga saat ini, Jumat (11/9/2026), RR masih menjalani perawatan intensif di RSSA Malang setelah menyelesaikan operasi. Polisi masih melakukan pendalaman dan belum dapat meminta keterangan langsung dari RR karena masih menjalani perawatan.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama