Tue, 16 April 2024

Kultum Fotografi 2024 Kupas Optimalisasi Sosial Media sebagai Tempat Mengolah Cerita

Reporter: Sylva Anggraeni dan Adinda Aulia Rachmani | Redaktur: Silmy Kaffah Mardhotillah | Dibaca 159 kali

Fri, 22 March 2024
Sumber Foto: Adinda Aulia/Jurnalposmedia

JURNALPOSMEDIA.COM Wartawan Foto Bandung (WFB) berkolaborasi dengan Hima Jurnalistik gelar Kultum Fotografi di Gedung Student Center, Rabu (20/3/2024). Para pemateri menyampaikan peran media sosial sebagai media cerita dengan tema “Memburu Cerita dalam Kehidupan Digital”.

Acara ini merupakan salah satu program WFB yang membahas seputar fotografi dengan target peserta dari kalangan pelajar hingga mahasiswa.

Penyelenggara dari WFB, Eki Triana menjelaskan bahwa tema yang diusung tidak hanya tentang fotografi. Namun, bertujuan memberikan pemahaman pada mahasiswa pentingnya mengolah cerita secara digital di berbagai platform media sosial

“Kalau foto kan identiknya ke Photo’s Speak gitu ya, ke komunitas pelajar yang foto, tapi saya langsung ke Hima Jurnalistik karena sesuai dengan tema yang dibawakan yaitu, memburu cerita di dalam kehidupan digital, bukan hanya foto,” jelasnya.

Eki juga menyampaikan, foto hanya berfungsi sebagai media. Maka dari itu, ia mencoba memberi pemahaman bahwa setiap mahasiswa Jurnalistik bisa menuangkan, memburu cerita, dan diolah secara digital di media sosial.

Eki menambahkan seminar ini sangat diperuntukkan untuk Gen Z karena saat ini adalah era emas dari Gen Z itu sendiri. Era digital ini bisa digunakan oleh Gen Z dengan maksimal bukan hanya untuk orang-orang yang berkecimpung di dunia kejurnalistikan seperti mahasiswa jurnalistik, tapi juga untuk masyarakat umum.

Pemateri sekaligus Ketua WFB, Armin Abdul Jabbar menyampaikan motivasi dan pesan bagi para peserta agar memperhatikan dampak baik pada karya yang diunggah.

Saran saya buat temen-temen, tetap bersemangat, apalagi yang suka benar fotografi untuk terus menggandrungi juga media sosial, pastikan karya yang kita unggah itu karya terbaik, karya yang benar-benar disajikan menarik dan mempunyai nilai lebih, memberikan informasi juga inspirasi bagi orang yang melihatnya. Sehingga orang yang ketika melihat karya kita mendapat dampak yang baik. seperti itu,” ucapnya.

Salah satu mahasiswa Jurnalistik, Irma Prita mengungkapkan bahwa acara seminar fotografi ini sangat menarik terlebih untuknya yang baru terjun ke dunia fotografi.

“Alasan aku ikut kebetulan ada tugas fotografi, jadi aku ikut biar punya konsep untuk nanti tugas yang akan aku potret itu seperti apa. Selain itu ini juga bisa jadi pembelajaran buat motret nanti,” pungkasnya.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments