Wed, 16 September 2026

MAHAPEKA UIN Bandung Raih Juara Dua Panjat Dinding PORSI JAWARA II 2026

Reporter: FAUJAN RIJALULGHAD HA ANADA/KONTIBUTOR | Redaktur: RIANITARI LATIFA | Dibaca 10 kali

Sumber Foto : Muhammad Syarif Hidayat

JURNALPOSMEDIA.COM – Kontingen UIN Bandung melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) MAHAPEKA Bandung berhasil meraih Juara dua dalam cabang olahraga Panjat Dinding kategori Top Speed Putra pada ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah Se-Jawa Madura (PORSI JAWARA II 2026). Yang diselanggarakan di UIN Pekalongan pada Sabtu (12/9/2026).

Prestasi ini diraih oleh Wiki Ramdhani, yang mewakili kontingen UIN Bandung melalui UKM MAHAPEKA UIN Bandung. Diikuti oleh 18 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) PORSI JAWARA II 2026 merupakan ajang yang mencakup berbagai bidang olahraga, seni, dan ilmiah serta menjadi ruang bagi mahasiswa PTKIN se-Jawa Madura untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi di tingkat perguruan tinggi.

Dalam cabang panjat dinding kategori Top Speed, peserta dituntut untuk menyelesaikan lintasan dengan mengandalkan kecepatan, kekuatan, ketepatan, dan konsentrasi. Di tengah persaingan yang cukup ketat, mahasiswa UIN Bandung yang akrab disapa Deker mampu menunjukkan performa terbaiknya. Dengan ketenangan dan keberanian dalam menaklukkan lintasan, ia berhasil mengantarkan kontingen UIN Bandung meraih Juara dua.

Pencapaian tersebut tidak datang secara instan. Di balik medali yang diraih, terdapat proses latihan yang membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi. Persiapan dilakukan dengan serius untuk membangun kekuatan fisik sekaligus meningkatkan kemampuan teknis dan mental sebelum menghadapi kompetisi.

Bagi Deker, keberhasilan ini bukan sekadar tentang meraih posisi di podium, prestasi tersebut menjadi hasil dari proses panjang, kerja keras, serta keberanian untuk menghadapi tantangan. Panjat dinding tidak hanya menguji kemampuan tubuh untuk mencapai titik tertinggi, tetapi juga mengajarkan bagaimana seseorang tetap fokus ketika berada dalam situasi penuh tekanan.

“Prestasi ini menjadi pengalaman yang sangat berarti. Perjalanan menuju podium tentu tidak mudah, tetapi latihan dan dukungan dari berbagai pihak membuat saya semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik, “ungkap Deker.

Dari panjat dinding yang tinggi, lahir sebuah pesan sederhana setiap puncak selalu dimulai dari keberanian untuk memanjat. Bagi mahasiswa UIN Bandung, perjuangan tersebut menjadi bukti bahwa dengan latihan, konsistensi, keberanian, dan dukungan bersama, keterbatasan dapat diubah menjadi prestasi yang membanggakan.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama