Pengrajin Gitar Asal Bandung Tetap Bertahan di Masa Pandemi

JURNALPOSMEDIA.COM – Gitar adalah alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara dipetik, umumnya menggunakan jari maupun plektrum. Gitar terbentuk atas sebuah bagian tubuh pokok dengan bagian leher yang padat sebagai tempat senar berjumlah enam didempetkan.

Umumnya gitar terbuat dari bahan dasar kayu, seperti mahoni, maple, rosewood, koa, dan meranti. Karena bahan-bahanya mudah ditemukan, banyak masyarakat Indonesia yang menjadi pengrajin gitar.

Salah satunya warga Bandung, Hassan Nurudin, yang sudah menggeluti usaha pengrajin gitar sejak tahun 1991.

Bermula dari hobi, Hassan memberanikan diri untuk membuka usaha gitar. Selain itu, ia juga memiliki bakat di bidang perkayuan. Karena itu, ia mendirikan Toko Fardin Gitar yang terletak di Jalan Raya Anjasari-Banjaran, Kabupaten Bandung.

Dalam sehari ia dapat menyelesaikan satu gitar, dengan cara manual. Idenya muncul ketika melihat cara pembuatan gitar di internet dan majalah, untuk desain hasil karyanya sendiri. Artis papan atas Indonesia tak sedikit yang datang ke toko Hassan untuk memesan gitar yang dibuatnya.

Custom juga, Caca Handika kan basiknya bass bukan penyanyi sebenernya. Ada empat kali kesini, sebelum bikin gitar raksasa malahan,” ujarnya, Rabu (18/11/2020).

Pembeli dapat datang ke pabrik ataupun showroom gitar secara langsung agar bisa memilih bahan baku dan melihat langsung proses pengerjaan, sehingga gitar yang dibeli sesuai dengan pesanan.

Menurut Hassan, membuat gitar itu gampang-gampang susah. Meskipun menguasai bidang perkayuan, untuk membuat gitar berkualitas, diperlukan keahlian khusus.

Selain itu, pengrajin gitar harus memahami musik atau mempunyai kepekaan terhadap nada-nada musikal.

Untuk bahan bakunya pun menurut Hassan tidak terlalu sulit. Bodi dan batang gitar menggunakan bahan lokal yang mudah dicari, yaitu kayu mahoni atau sonokeling dan molek ukuran 3 milimiter.

Untuk sparepart, Hassan biasanya membeli dari luar negeri, yaitu Korea. Menurut Hassan, dalam masa pandemi saat ini sangat mempengaruhi penjualan. Untuk membeli bahan baku dan sparepart naik, karena untuk membelinya mengikuti harga dollar.

Hassan bersyukur karena memiliki tempat usaha sendiri tanpa perlu menyewa. Menurutnya, sebelum masa pandemi dapat menjual setengah lusin gitar dan satu lusin ukulele dalam seminggu.

“Kemarin coba dua lusin itu bisa sampe tiga bulan. Ya untungnya tempat sendiri jadi tidak bayar sewa, jadi masih ketolong. Kalau nyewa tempat udah tekor, buat bayar karyawan juga,” terangnya.

Toko Fardin Gitar milik Hassan, buka setiap hari mulai pukul 10.00 samapai dan 20.00 WIB. Selain menjual gitar custom, bisa juga memperbaiki gitar, baik yang senarnya putus, badannya rusak, ataupun ingin membeli gitar yang baru.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.