JURNALPOSMEDIA.COM – Sejak mewabahnya virus Covid-19 di Indonesia, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga terkena imbasnya. Hal itu dirasakan oleh salah satu pemilik UMKM kuliner, Rora Eddel Libriyanto (43).
Penjual Mie Ayam Rempah asal Depok tersebut merintis usahanya sejak tahun 2017. Setelah hadirnya pandemi ini, ia mengaku omzetnya turun secara signifikan hingga mencapai 50%
“Awal-awal pandemi sangat berdampak sekali sama usaha kita. Di awal, mulai ada penurunan omzet yang sangat signifikan hingga 50%. Sehingga sampai tiga bulan kita tidak jualan,” ungkap Rora kepada Jurnalposmedia, Sabtu (19/9/2020).
Tidak bergantung pada keadaan, Rora pun membuat strategi pemasaran untuk usahanya. Ia mempromosikan dagangannya secara online melalui media sosial Whatsapp. Ia pun membuka sistem pre-order serta membuat promosi gratis antar-kirim di cakupan lingkungannya.
“Setelah pemerintah mengumumkan istilah new normal itu mulai lagi jualan dengan sistem pre-order, tapi tidak setiap hari. Alhamdulillah peminatnya banyak dan kebanyakan (pre-oder) habis,” ungkapnya. Ia pun mengaku tak menerima pembeli yang menyantap makanan secara langsung di tempatnya.
Tak hanya Rora, salah satu penjual bakso asal Cikarang, Wulan Purnamasari, juga merasakan hal yang sama. Wulan mengaku, usaha bakso yang dirintis ayahnya selama 20 tahun itu mengalami penurunan pembeli.
Menurut Wulan, warung bakso ayahnya yang semula ramai kini menjadi sepi. Sebelum dilanda pandemi, dalam sehari usaha baksonya bisa mendapatkan kurang lebih lima puluh pembeli.
“Semenjak pandemi menurun drastis banget, yang biasanya sehari bisa ada 50 orang pembeli sejak pandemi jadi 30 orang,” ungkapnya pada Kamis (17/9/2020).
Kendati demikian, Wulan menyadari bahwa faktor yang menyebabkan sepinya pengunjung di tengah pandemi ini karena adanya imbauan untuk tidak berkerumun dan tetap menjaga jarak. Jadi, banyak pembeli yang tidak makan di tempat dan memilih untuk makan di rumah.
Lebih lanjut, sama halnya dengan Wulan dan Rora, pemilik kedai aneka makanan, Keke Kaheti (23) juga merasakan dampak pandemi terhadap usahanya.
“Berdampak sekali, mulai dari cara berjualan dan agak sulit untuk menjual produk makanan kita. Di jalan aja jadi sepi sehingga pembeli juga menjadi kurang. Pedagang-pedagang di sekitaran juga banyak yang mengeluh,” ungkapnya pada Jumat (25/9/2020)
Meskipun mengalami kesulitan dalam penjualan di saat pandemi, namun Keke mengungkapkan, awalnya omzet pendapatannya sempat mengalami kenaikan.
Hal itu dikarenakan adanya menu baru serta terbantu oleh sistem food seman online delivery miliknya. Yakni, sebutan sistem delivery di kedai milik Keke yang sudah dijalankannya dari sebelum adanya pandemi Covid-19.
“Awalnya omzet pendapatan naik karena kita menambahkan menu dengan cara pembeli memasak sendiri di boks bakso dan juga seblak instan. Kemudian sistemnya delivery, jadi dengan adanya online delivery mereka bisa lebih nyaman masak sendiri di rumah,” jelasnya.
Keke mengungkapkan, omzetnya naik luar biasa dalam waktu kurang lebih satu bulan dua minggu. Namun, setelah itu omzetnya kembali drop dan mengalami penurunan penghasilan yang cukup jauh dari sebelumnya.
“Selama satu bulan lebih dua minggu omzet luar biasa (naik), setelah itu langsung drop lagi dan penghasilan sangat jauh dari dua juta lebih, sekarang kadang cuma sampai 170 ribu,” ungkapnya.
Mengenai bantuan sosial untuk pemilik UMKM dari pemerintah setempat, Keke mengungkapkan dirinya mengetahui bantuan sosial tersebut. Namun, sebagai pemilik UMKM ia belum mendapatkan bantuan itu.
“Aku tahu, cuma jangankan bansos UMKM yang dari pemerintah, yang melalui RT/RW juga aku enggak dapat. Sekarang bansos juga kayaknya sulit, enggak semuanya rata bisa dapat. Kadang pemerintah tidak semua terbagi rata,” katanya.
Kendati demikian, Keke berharap untuk para pelaku UMKM agar tetap berjuang dan sabar. Ia pun mendoakan agar pandemi Covid-19 cepat berlalu sehingga perekonomian bisa kembali pulih dan stabil. Senada dengan harapan yang disampaikan Wulan.
“Harapannya semoga pandemi ini cepat selesai dan kegiatan perekonomian khususnya UMKM kembali berjalan normal,” pungkas Wulan.