JURNALPOSMEDIA.COM–Jelang bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah, kebutuhan pangan masyarakat biasanya akan meningkat, namun tetap dengan pasokan yang sama. Untuk mengantisipasi hal tersebut, dapat diterapkan pola konsumsi bijak. Tercatat pada Januari-Maret inflasi di Jawa Barat mencapai 1,49 persen.
Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, Doni P. Joewono saat ditemui di sela acara Forum Silaturahmi Ulama se-Jawa Barat bertajuk ‘Ramadhan Karim, Inflasi Terjaga, Masyarakat Sejahtera’ di Balai Pasundan Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Jalan Braga No. 108 Kota Bandung, Rabu (2/5/2018).
“Jadi, kita mengupayakan berbagai macam cara saat memasuki Ramadhan, karena kita sudah berada di atas nasional posisi inflasinya. Sedangkan nasional berada di angka 1,09,” katanya.
Menurutnya, ulama memiliki peranan dalam menekan angka inflasi di Jawa Barat yaitu saat menyampaikan tausiyah dengan memberi pengertian kepada masyarakat agar tidak berlebihan dalam hal konsumsi, atau dikenal dengan istilah konsumsi bijak.
“Acara forum ulama ini juga salah satu upaya kita agar pasokan yang sama dan permintaan yang tinggi bisa dikurangi. Yang rugi bukan pemborong tapi dari kalangan masyarakat kecil,” ujarnya saat ditemui jurnalposmedia.com
Lanjutnya dengan beberapa bahan pokok yang deflasi juga akan memberikan sedikit keringanan didukung dengan ketersediaan pasokan di Jawa Barat yang cukup. Upaya lain yang dilakukan yaitu bekerja sama dengan Kapolda jika distirbusi kurang lancar agar segera dilakukan satuan tugas (satgas) pangan.
“Kan kalau inflasi itu selalu ada tiga hal. Pasokan, distribusi dan ekspetasi. Jika pasokan tidak tercapai kita harus mulai bekerjasama antar daerah dan tetap saling berkoordinasi dengan Kapolda. Kita usahakan adanya penurunan angka inflasi di Jawa Barat,” tutupnya.