JURNALPOSMEDIA.COM – Muhammad Daffa Akram remaja 18 tahun yang tengah menjalani masa gap year sebelum melanjutkan kuliah. Namun, meski saat ini ia sedang rehat dari dunia akademik, bukan berarti langkahnya terhenti. Justru, kisah perjalanan hidupnya dipenuhi semangat dan pencapaian yang tak sedikit.
Daffa mulai mengenal seni bela diri sejak kecil. Ia sangat tertarik dengan taekwondo. Namun, bukan taekwondo yang pertama kali memikatnya, melainkan karate. Pada usia sembilan tahun, ia mantap beralih ke taekwondo, sebuah keputusan yang kelak membawanya ke banyak podium kejuaraan.
“Awalnya saya penasaran saja ke bela diri taekwondo karena saya juga pernah ikut karate tapi sampai sabuk hijau saja. Jadi ada basic lah pas ikut taekwondo itu nggak terlalu kaku,” tutur Daffa mengenang masa kecilnya pada Sabtu, (5/7/2025).
Deretan prestasi Daffa dalam taekwondo cukup mengesankan. Ia pernah meraih Juara 3 dalam kejuaraan Internasional Invitation Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Juara 2 di Turnamen Taekwondo antar unit ITN Open, Juara 2 di Universitas Islam Negeri (UIN) Taekwondo Championship, hingga Juara 2 Piala Walikota Bandung. Prestasi demi prestasi ia raih, menjadi bukti ketekunan dan kerja kerasnya.
Namun, hidup Daffa tak hanya soal sabuk dan medali. Dunia akademik juga menjadi panggung prestasi lain baginya. Ia pernah menjadi peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Informatika di tingkat kabupaten/kota dan berhasil melaju hingga tingkat provinsi. Walau langkahnya terhenti di sana, Daffa tak melihatnya sebagai kegagalan.
“Sayangnya di tingkat provinsi saya tidak mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan ke tingkat nasional, karena effort saya kurang maksimal, tapi alhamdulillah saya belajar banyak dari pengalaman itu,” ucapnya bijak.
Kini, di balik kisahnya sebagai atlet, tersimpan mimpi besar. Daffa ingin menjadi seorang electrical engineer atau lebih akrab disebut insinyur listrik. Bagi Daffa, ilmu teknik bukan sekadar profesi, melainkan jalan untuk memberi manfaat bagi banyak orang.
“Cita-cita saya ingin menjadi electrical engineer. Saya ingin berguna bagi orang banyak dari penemuan baru saya. Saya harap hal-hal yang saya lakukan bisa menginspirasi banyak orang. Aamiin” katanya penuh keyakinan.
Muhammad Daffa Akram adalah sosok muda yang membuktikan bahwa talenta bisa tumbuh di banyak bidang sekaligus. Dari gelanggang taekwondo hingga laboratorium teknik, ia terus menapaki jalannya dengan semangat dan mimpi besar. Siapa pun yang mendengar kisahnya, mungkin akan sepakat jika masa depannya sungguh penuh cahaya.
















