Sat, 7 March 2026

Kriuk Pedas Tulang Rangu, Si Langka yang Buat Penasaran dari Rancaekek

Reporter: MEGA NURIATI/MAGANG | Redaktur: TSANIYA ZAHIRAH SHAFA | Dibaca 2106 kali

(Sumber foto : Mega Nuriati/Magang)

JURNALPOSMEDIA.COM – Asap panas mengepul dari wajan, aroma gurih bercampur pedas langsung menyeruak di udara. Tepat di pinggir Jl. Teratai Kencana, Rancaekek, sebuah lapak kecil bernuansa merah menyala mulai diserbu pembeli sejak sore. Suara renyah camilan yang digigit, sambal yang pedasnya nendang.

Namanya Tulang Rangu RCK, sebuah usaha kaki lima yang menjual camilan pedas berbahan dasar tulang ayam. Bukan sembarang tulang, teksturnya yang renyah serta sensasi pedas dari sambalnya membuat banyak orang ketagihan. Di sekelilingnya, terdengar celoteh para pembeli yang sudah tak sabar menunggu pesanannya siap

Malam itu Jurnalposmedia menyambangi langsung lapak yang mulai dikenal warga sekitar. Di balik meja jualan, ada seorang perempuan tampak sibuk melayani. Sesekali ia mengaduk sambal hijau racikannya yang harum menggoda.

Pemilik usaha, Yanti Maryani mengatakan, ide jualan ini berasal dari dirinya karena tulang rangu dinilai langka dan sulit ditemukan.

“Saya sendiri yang punya ide jualan ini, soalnya tulang rangu ‘tuh jarang banget, adanya cuman di pemotongan pabrik ayam besar,” ujarnya saat diwawancarai.

Selain tulang rangu, Yanti juga menawarkan tahu walik isi tulang, bola ayam, lumpia isi ubi, dan basreng bojot. Semuanya dijual dengan harga yang ramah di kantong. Seporsi tulang rangu dibanderol Rp10.000, sedangkan jajanan lainnya kisaran Rp1.000 hingga Rp5.000 .

Lapak sederhana ini bukan sekadar tempat jualan makanan. Ia menjadi simbol semangat dan kreativitas kuliner lokal. Banyak pelanggan berharap usaha Yanti bisa membuka cabang, agar kelezatannya semakin dikenal luas.

Pengen punya cabang, sih, biar makin banyak yang tahu. Omset juga semoga terus naik,” harap Yanti sambil membungkus pesanan.

Yang membuat lapak ini selalu ramai bukan hanya karena uniknya, tapi juga sambalnya yang bisa dipilih sesuai selera. Ada tiga jenis sambal: merah, hijau, dan chili oil yang menggoda. Banyak pelanggan mengaku tak bisa berhenti mengunyah setelah suapan pertama.

Kriuk… kriuk…,” suara camilan terdengar renyah dari salah satu pembeli, Mimin Mintarsih yang menikmatinya dengan lahap. Ekspresi puas juga terlihat dari pembeli lain, Yaris Maulana, yang kerap mampir sepulang kerja. Ia bahkan punya sambal favorit di tempat ini. “Sambel ijo-nya nggak terlalu pedas, tapi enak banget,” katanya singkat.

Nah, buat kamu yang penasaran, cobain deh mampir ke Jl. Teratai Kencana. Lapak Tulang Rangu.RCK buka setiap hari mulai pukul 14.00 – 20.00 WIB. Siapa tahu, satu gigitan tulang rangu bisa bikin kamu jatuh cinta sama kriuk khas Rancaekek ini!

Bagikan :
guest
0 Komentar
Terlama
Terbaru Suara Banyak
Inline Feedbacks
View all comments