Sat, 22 August 2026

KKN 261 Dorong UMKM Desa Cieundeur Go Digital

Reporter: Rianitari Latifa | Redaktur: Sahara Putri Amiliana | Dibaca 28 kali

Sumber foto: Dina Nur Anisa (Kontributor)

JURNALPOSMEDIA.COM– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 261 Desa Cieundeur menggelar workshop digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut belangsung di aula Kantor Desa Cieundeur Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur.
Ketua kelompok KKN 261 Alfath Gayuh Pangestu mengatakan digitalisasi dipilih karena desa Cieundeur memiliki potensi usaha masyarakat yang cukup besar.
“Alasan kami memilih digitalisasi karena kami melihat cukup banyak potensi usaha masyarakat,” ujar Alfath saat di wawancara oleh jurnalposmedia Kamis, (20/8/2026).
Salah satu potensi tersebut ialah produk lokal seperti emping melinjo yang dinilai masih dapat dikembangkan lebih luas. Menurutnya, Sebagian pelaku UMKM masih memasarkan produk secara manual dan mengandalkan pembeli dari lingkungan sekitar.
“Menurut kami potensi tersebut masih bisa dikembangkan lebih luas salah satunya melalui digitalisasi agar produk UMKM tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat jangakauan pemasaran produk UMKM masih terbatas di wilayah desa.
Melalui Workshop ini mahasiswa KKN ingin memberikan edukasi dan pengetahuan sederhana yang bisa langsung dipraktikan oleh masyarakat dalam mengembangkan usaha masyarakat.
Diharapkan agar pelaku UMKM mulai memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka dan dapat memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat.
Sekretaris Desa Cieundeur, Usman, mengatakan UMKM di wilayahnya tumbuh cukup aktif dengan berbagai potensi produk lokal. Namun, Sebagian besar usaha masih dikelola secara konvensional dan berskala rumah tangga.
“Berdasarkan realita di lapangan tumbuh cukup aktif dengan potensi produk lokal seperti olahan pangan emping dan lain-lain tetapi sebagian besar masyarakat masih dikelola secara konvensional dan berskala rumah tangga,” ujar Usman saat diwawancarai jurnalposmedia.
Usman menyebut keterbatasan pemasaran, kemasan produk, serta pemahaman teknologi menjadi sejumlah kendala UMKM. Keterbatasan kemampuan kemasan produk dan pemasaran digital serta akses dan pemahaman teknologi finansial/marketplace yang masih rendah.
Menurutnya, digitalisasi penting karena dapat membuka akses pasar tanpa batas wilayah dan waktu.
Ia juga mengapresiasi workshop yang digelar mahasiswa KKN 261 karena memberikan wawasan bagi pelaku UMKM.
“Menurut saya bagus dan mengapresiasi buat teman-teman mahasiswa karena kegiatan ini memberikan wawasan dan gagasan yang dibutuhkan para pelaku UMKM di desa Cieundeur,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat dapat mempraktikan ilmu yang diperoleh dengan mulai memasarkan produk melalui media sosial.
Pemerintah desa Cieundeur juga berencana memantau perkembangan UMKM setelah pelaksanaan workshop. Selain itu, pemerintah desa telah membantu koordinasi perizinan usaha dasar, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB).
Mahasiswa KKN kelompok 261 berharap digitalisasi dapat terus diterapka agar UMKM Desa Cieundeur berkembang dan berkelanjutan.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama