JURNALPOSMEDIA.COM– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 261 Desa Cieundeur menggelar workshop digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut belangsung di aula Kantor Desa Cieundeur Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur.
Ketua kelompok KKN 261 Alfath Gayuh Pangestu mengatakan digitalisasi dipilih karena desa Cieundeur memiliki potensi usaha masyarakat yang cukup besar.
“Alasan kami memilih digitalisasi karena kami melihat cukup banyak potensi usaha masyarakat,” ujar Alfath saat di wawancara oleh jurnalposmedia Kamis, (20/8/2026).
Salah satu potensi tersebut ialah produk lokal seperti emping melinjo yang dinilai masih dapat dikembangkan lebih luas. Menurutnya, Sebagian pelaku UMKM masih memasarkan produk secara manual dan mengandalkan pembeli dari lingkungan sekitar.
“Menurut kami potensi tersebut masih bisa dikembangkan lebih luas salah satunya melalui digitalisasi agar produk UMKM tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat jangakauan pemasaran produk UMKM masih terbatas di wilayah desa.
Melalui Workshop ini mahasiswa KKN ingin memberikan edukasi dan pengetahuan sederhana yang bisa langsung dipraktikan oleh masyarakat dalam mengembangkan usaha masyarakat.
Diharapkan agar pelaku UMKM mulai memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka dan dapat memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat.
Sekretaris Desa Cieundeur, Usman, mengatakan UMKM di wilayahnya tumbuh cukup aktif dengan berbagai potensi produk lokal. Namun, Sebagian besar usaha masih dikelola secara konvensional dan berskala rumah tangga.
“Berdasarkan realita di lapangan tumbuh cukup aktif dengan potensi produk lokal seperti olahan pangan emping dan lain-lain tetapi sebagian besar masyarakat masih dikelola secara konvensional dan berskala rumah tangga,” ujar Usman saat diwawancarai jurnalposmedia.
Usman menyebut keterbatasan pemasaran, kemasan produk, serta pemahaman teknologi menjadi sejumlah kendala UMKM. Keterbatasan kemampuan kemasan produk dan pemasaran digital serta akses dan pemahaman teknologi finansial/marketplace yang masih rendah.
Menurutnya, digitalisasi penting karena dapat membuka akses pasar tanpa batas wilayah dan waktu.
Ia juga mengapresiasi workshop yang digelar mahasiswa KKN 261 karena memberikan wawasan bagi pelaku UMKM.
“Menurut saya bagus dan mengapresiasi buat teman-teman mahasiswa karena kegiatan ini memberikan wawasan dan gagasan yang dibutuhkan para pelaku UMKM di desa Cieundeur,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat dapat mempraktikan ilmu yang diperoleh dengan mulai memasarkan produk melalui media sosial.
Pemerintah desa Cieundeur juga berencana memantau perkembangan UMKM setelah pelaksanaan workshop. Selain itu, pemerintah desa telah membantu koordinasi perizinan usaha dasar, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB).
Mahasiswa KKN kelompok 261 berharap digitalisasi dapat terus diterapka agar UMKM Desa Cieundeur berkembang dan berkelanjutan.
KKN 261 Dorong UMKM Desa Cieundeur Go Digital
Reporter: Rianitari Latifa | Redaktur: Sahara Putri Amiliana | Dibaca 28 kali

Rekomendasi
Tag Terpopuler
Berita Terkini

KKN 261 Dorong UMKM Desa Cieundeur Go Digital
News | Sab, 22 Agustus 2026

Perundungan Mengintai di Balik Candaan, KKN 202 Kademangan Dorong Kesadaran Sejak Dini
Artikel | Jum, 21 Agustus 2026

Momentum HUT RI di UIN Bandung, Tunjukkan Semangat Kemerdekaan Lintas Generasi
Kampus, | Sen, 17 Agustus 2026

Kesehatan Mental Remaja di Tengah Banyak Tekanan
Artikel | Sen, 17 Agustus 2026

Edukasi Lingkungan di Desa Kopo, KKN Dwidaya Arutala Ajak Ibu-Ibu Produksi Sabun Ramah Lingkungan
Artikel | Sen, 17 Agustus 2026

Atasi Sampah Sekaligus Buka Peluang Usaha, KKN Dwidaya Arutala Edukasi Budi Daya Maggot di Desa Kopo
Artikel | Sen, 17 Agustus 2026









