JURNALPOSMEDIA.COM – Bundaran Cibiru merupakan persimpangan yang menghubungkan antara Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Pertemuan antara Jalan A.H. Nasution, Jalan Cileunyi, dan Jalan Soekarno Hatta mengakibatkan padatnya arus lalu lintas di wilayah timur Kota Bandung ini. Titik ini juga menjadi salah satu penyebab kemacetan, dan belakangan terjadi kecelakaan lalu lintas serius.
Berdasarkan data terbaru tahun 2025 yang dikutip dari iNews.ID, pada bulan Maret jumlah kendaraan yang melintas diperkirakan lebih dari 10 ribu unit, mulai pukul 13.00 – 18.00 WIB. Hal ini disebabkan oleh arus mudik lebaran hari pertama. Kemudian berdasarkan pantauan reporter faktanews24.com, pada bulan September kemacetan panjang terjadi di ruas jalan Cileunyi–Cibiru sehingga pengguna motor perlu memakan waktu 20 menit perjalanan.
Selain itu, dilansir dari merdeka.com, telah terjadi kecelakaan pada Jumat (24/10/2025) yang menewaskan seorang mahasiswi UIN Bandung, RN (19) di Bundaran Cibiru. Ojek online yang ditumpanginya mendadak menginjak rem karena disalip oleh pengendara lain, ditambah jalan yang licin seusai hujan menyebabkan motor terjatuh dan korban tertabrak mobil yang melintas tepat di belakangnya.
Penyebab Utama Padatnya Arus Lalu Lintas
- Volume Kendaraan yang Tinggi
Arah masuk dan keluar kendaraan yang melewati Bundaran Cibiru dari arah Timur (Cileunyi, Cirebon, dan Garut) menyebabkan kepadatan saat jam aktif puncak lalu lintas.
- Perilaku Pengguna Jalan
Parkir sembarangan dan banyaknya angkutan kota yang mengetem di badan jalan mengakibatkan sempitnya lajur sehingga kecepatan kendaraan menjadi terhambat.
- Konfigurasi Jalan yang Kurang Memadai
Bundara Cibiru merupakan titik pertemuan dari beberapa jalur. Saat arus terlampau besar, kapasitas jalan tidak cukup untuk menampung kelancaran.
Dampak Nyata
- Durasi Perjalanan
Kemacetan panjang menyebabkan waktu perjalanan menjadi lebih lama. Hal ini berdampak pada produktivitas pengguna kendaraan.
- Risiko Kecelakaan Meningkat
Bundaran Cibiru yang menjadi titik temu kendaraan dari berbagai arteri seringkali menjadi titik buta (blind spot) kendaraan. Tak jarang pengemudi terkecoh dan terjadi laka lantas.
- Pengeluaran Biaya bagi Pemerintah
Pemerintah daerah dan aparat kepolisian harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menangani kemacetan dan kecelakaan, seperti penertiban, ambulans, dan olah TKP.
Apa yang Harus Dibenahi?
- Penertiban Parkir
Angkutan kota yang parkir di badan jalan perlu ditegur dan ditindak agar kendaraan yang melintas tidak terhalang dan saling menyalip.
- Pengamanan Lalu Lintas
Pada jam puncak aktif kendaraan, perlu adanya pengamanan yang lebih tinggi, seperti penempatan petugas, adanya lampu lalu lintas dan rambu lalu lintas temporer, serta pengalihan arus sementara.
- Tingkatkan Penggunaan Transportasi Umum
Jumlah kendaraan pribadi bisa dikurangi dengan penggunaan transportasi umum secara konsisten. Hal ini dapat meminimalisir kemacetan.
- Pembangunan Infrastruktur
Pembangunan flyover atau underpass bisa menjadi solusi alternatif untuk mengatasi masalah ini. Arus non-lokal dapat melintas tanpa bersinggungan dengan arus lokal.
















