Tue, 21 May 2024

Iduladha 1443 H, Masjid Ikomah UIN Bandung Menggelar Salat Berjamaah dan Pemotongan Hewan Kurban

Reporter: Rizki Muhammad Nasrullah | Redaktur: Hilma Halimah | Dibaca 213 kali

Sun, 10 July 2022
Suasana pelaksanaan salat Iduladha di Masjid Ikomah, Minggu (10/7/2022). (Kontributor: Rizki Muhammad Nasrullah)

Dewan Kemakmuran Masjid Ikomah UIN Sunan Gunung Djati kembali menggelar salat Iduladha dan pemotongan hewan kurban. Jamaah yang datang terdiri dari mahasiswa yang  menetap di Bandung dan warga sekitar kampus 1 UIN Bandung. Salat dimulai pada pukul 06.45 bersama Cecep Anwar selaku imam sekaligus khatib pada perayaan Iduladha kali ini, Minggu (10/7/2022).

Ketua DKM Masjid Ikomah, Bachrun mengatakan, meskipun pandemi telah membaik dibanding tahun lalu, pihak DKM tetap menjaga protokol kesehatan.

“Karena kita sudah masuk ke endemi, kita tekankan untuk tetap memakai protokol kesehatan. Jumlah jamaah yang hadirpun hanya 1000 jamaah dari kapasitas 2000,” tuturnya.

Salah satu mahasiswa Manajemen UIN Bandung, Hasan Sefiera mengungkapkan alasan memilih salat id di Masjid Ikomah.

“Kebetulan tahun ini masih ada keperluan kampus ya dan jarak dengan rumah cukup jauh. Saya domisilinya di Pandeglang, Banten. Jadi gaada salahnya saya salat di sini,” ujarnya.

Ia juga menuturkan kesan pertamanya merayakan hari raya di kampus. Menurutnya, suasananya berbeda karena yang biasanya dirayakan bersama keluarga berubah menjadi bersama teman perantauan.

Terakhir, ia menyampaikan saran kepada DKM Masjid Ikomah dalam pelaksanaan salat id untuk mempublikasikan lebih luas lagi tentang kegiatan ini di media sosial.

Tidak hanya melaksanakan salat id berjamaah, DKM Masjid ikomah juga melaksanakan pemotongan hewan kurban.

DKM Ikomah menjelaskan, terdapat tiga ekor hewan kurban yang dititipkan di Masjid Ikomah, yaitu  1 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Hewan kurban tersebut merupakan pemberian dari UKM dan birokrasi kampus.

“Sapi kurban tersebut berasal dari Prof Mahmud, Prof Teddy, Prof Ahmad Fathoni, Haji Priono, Haji Fatujaman, dan Haji Ahmad Jamudin. Kemudian, kambing pertama berasal dari Lembaga Dakwah Masjid (LDM) dan yang kedua dari Komunitas Aswaja,” jelasnya.

Untuk pendistribusian daging sendiri, DKM Masjid Ikomah telah memiliki data siapa saja yang akan menerima hasil kurban.

“Untuk kurban ini, yang pertama untuk yang berkurban, lalu internal kampus, duafa, satpam, kemudian untuk masyarakat sekitar, dan panitia,” pungkasnya.

Bachrun menambahkan, dikarenakan jumlah hewan kurban yang terbilang sedikit, DKM Ikomah sengaja tidak menyebarluaskan informasi terkait pemotongan hewan kurban untuk menghindari pembludakan permintaan daging.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments