Wawan Batman Tutup Usia, Ini Kisah Luar Biasanya

JURNALPOSMEDIA.COM- Dikenal sebagai relawan penjaga sepatu di Masjid Iqomah UIN Bandung, Wawan Batman merupakan sosok lelaki paruh baya yang gigih, jujur, dan pekerja keras dengan masa hidupnya yang penuh inspiratif.

Saat mendengar kata relawan, besar kemungkinan yang terlintas dalam benak kita adalah orang-orang yang membantu dan bekerja secara ikhlas tanpa pamrih. Begitupun dengan sosok lelaki tangguh Wawan Batman yang lima tahun menjadi relawan penjaga sepatu di Masjid Iqomah UIN Bandung.

“Selalu Jujur, mengutamakan keikhlasan hati untuk membantu orang lain adalah prinsip hidupnya untuk menggapai ridha Allah Swt, itu yang selalu ia utamakan” ujar Thohir, selaku rekan relawannya saat ditemui Jurnalposmedia, Rabu (31/8/22).

Wawan Batman yang kesehariannya selalu membersamai dan menjaga ratusan sepatu para mahasiswa. Namun, kini para mahasiswa tidak bisa lagi melihat senyum syukurnya, tidak bisa lagi merasakan uluran tangannya.

Sebelum tutup usia, pada Selasa (23/08/22) 13.00 WIB, Wawan Batman sempat mengirim pesan kepada Thohir melalui media WhatsApp.

“Bang, tolong sampaikan kepada Dodi, pak Batman mau dibawa ke Rumah Sakit,” tulisnya dalam pesan itu.

Setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Sukajadi, Kota Bandung. Pada Selasa malam (23/08/22) tepatnya pukul 23.30 WIB, Dodi yang mengabarkan kepada Thohir kabar duka.

“Bang, pak Wawan Batman telah tiada, ia sudah menghembuskan nafas terakhirnya,” ujar Dodi.

Sesudah dapat kabar tersebut, raut wajah Thohir seketika berubah sayu, ia merasa kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya. Rasa penyesalan timbul dalam diri Thohir karena ia belum sempat menengok lelaki tangguh nan tabah itu sewaktu menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin, Kota Bandung.

Thohir mengungkapkan sosok lelaki paruh baya itu wajib dijadikan contoh bagi orang lain, Wawan Batman ketika bekerja, ia tidak pernah melihat dari gajinya maupun materinya.

“Hir, berbuat sesuatu itu harus pakai hati, apalagi tempat ibadah, jangan dilihat dari materinya. Rezeki Tuhan yang sudah mengatur, kita hanya cukup bekerja, bekerja, dan bekerja dengan ikhlas. Itu saja tugas kita,” pesan yang selalu disampaikan lelaki paruh baya itu berhasil membuat Thohir menangis. Setiap kata yang menyayat hati selalu dijadikan motivasi oleh Thohir untuk bertahan hidup di zaman yang pelik.

Suatu ketika, lelaki paruh baya itu menjual lima ekor burung merpatinya dengan harga Rp50.000/5 ekor kepada Thohir, Thohir tercengang kaget, bagi Thohir itu adalah sesuatu yang tidak masuk akal.

“Tapi saking baiknya beliau, harga itu tidak menjadi masalah dalam transaksi jual beli. Mungkin seharusnya, kita sebagai orang-orang yang berpendidikan, kita harus mengambil contoh dari beliau dan saya yakin, beliau adalah orang yang ahli surga. Beliau baik banget,” ungkap Thohir dengan lirih kagumnya terhadap sosok pak Wawan Batman.

Tidak lama sebelum jarak dan alam memisahkan antara Thohir dengan Wawan Batman. Sosok orangtua itu sempat berkeluh kesah tentang masalah hidupnya.

“Hir, kok saya yang capek, tapi ngga ada orang yang mengerti saya,” ujar lelaki paruh baya itu kepada Thohir.

“Saya hanya bisa berkata ‘Mang, sabar… rezeki sudah ada Tuhan yang mengatur,’” tutup Thohir kala itu.

 

(Penulis: Dede Nulhakim / Redaktur: Siti Barkah)

 

Rekomendasi
Leave A Reply

Your email address will not be published.