Sat, 1 August 2026

Di Balik Harga Tiga Ribu, Ada Citul Permai yang Tak Pernah Sepi

Reporter: Zahra Rizki Aulia Setiawan | Redaktur: Ravi Ahmad Maulana | Dibaca 102 kali

Sumber foto: Dokumen Pribadi

JURNALPOSMEDIA.COM Di kawasan Permai Cipadung, sebuah gerobak kecil tampak dikerumuni pembeli. Jajanan bernama Citul Permai dijual oleh Tyas sejak 2023. Dengan harga Rp3.000 per buah, citul ini menarik perhatian warga sekitar. Antrian pembeli terus berdatangan setiap sore, menunjukkan tingginya minat terhadap jajanan tersebut.

Gerobak sederhana itu berada di pinggir jalan dengan peralatan yang terbatas. Proses penggorengan berlangsung di tempat yang sama dengan area penjualan. Pembeli datang silih berganti sambil menunggu pesanan mereka selesai. Aktivitas jual beli berlangsung cukup ramai pada sore hari.

Pemilik usaha Citul Permai, Tyas, memulai usaha ini sejak tahun 2023. Ia terinspirasi dari citul yang sedang viral di suatu daerah pada media sosial. Ia melihat peluang karena belum ada penjual citul di kawasan Permai. Ia kemudian mencoba membuat citul sendiri hingga yakin untuk berjualan. Kini, usahanya semakin dikenal oleh banyak orang.

“Awalnya saya melihat citul viral di TikTok di daerah Lengkong, dan di sini belum ada yang jual. Proses pembuatan citul ini juga membutuhkan keterampilan, jadi nggak mudah untuk ditiru. Semua porsinya saya timbang agar hasilnya sama rata,” ujar Tyas saat diwawancara Selasa (12/5/2026).

Dalam menjalankan usahanya, ia menghadapi berbagai tantangan produksi. Bahan utama seperti tulang cukup sulit diperoleh dengan ukuran yang sama besar. Ukuran bahan dapat mempengaruhi hasil akhir citul, namun ia tetap menjaga konsistensi takaran setiap hari. Hal ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan pelanggan.

Salah satu pembeli, Ghaiza, mengetahui Citul Permai sejak Februari 2026. Awalnya ia tidak tertarik karena tempatnya yang kecil dan tidak mencolok. Namun, Aroma khas yang tercium membuatnya penasaran untuk mencoba. Ia kemudian membeli dan merasakan langsung citul tersebut. Sejak saat itu, ia mulai menjadi pelanggan dari Citul Permai.

“Setiap lewat tempatnya itu kecium aroma citul goreng yang wanginya khas banget, jadi aku coba beli dan ternyata enak. Citul di sini beda dari yang lain karena isiannya lebih banyak dan adonan cirengnya lebih tipis. Menurut aku citul di sini itu worth it banget buat dibeli karena kualitasnya sesuai dengan harga yang ditawarkan,” ujar Ghaiza.

Ghaiza menilai harga Rp3.000 terasa sepadan dengan kualitas produk. Ia merasa puas dengan rasa dan isi dari Citul Permai. Ia juga menyukai pelayanan penjual yang ramah. Ia tidak ragu merekomendasikan kepada orang lain. Pengalaman tersebut membuatnya ingin kembali membeli.

Citul Permai memiliki dua varian rasa, yaitu ayam pedas dan keju. Varian ayam pedas menjadi favorit pelanggan. Citul Permai beroperasi setiap hari Senin-Jumat pukul 16.00–21.00 WIB. Promosi dilakukan melalui status WhatsApp juga menunggu pelanggan datang langsung ke tempat. Meski begitu, pembeli terus berdatangan setiap harinya.

Citul Permai menunjukkan bahwa jajanan sederhana tetap dapat diminati banyak orang. Rasa yang khas, harga terjangkau, dan kualitas yang terjaga menjadi alasan pembeli terus berdatangan. Ke depannya, Citul Permai diharapkan terus berkembang dengan mempertahankan kualitas dan konsistensi produk. Dengan rasa yang khas dan harga terjangkau, Citul Permai dapat menjadi salah satu pilihan jajanan yang layak dicoba di kawasan Permai.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama