Tue, 28 July 2026

Masalah Sampah di Gedung U UIN Bandung: Mahasiswa Keluhkan Fasilitas, OB Soroti Kesadaran

Reporter: Aqila Naila Fitri | Redaktur: Ravi Ahmad Maulana | Dibaca 1300 kali

Sumber foto: Dokumentasi Pribadi

JURNALPOSMEDIA.COM – Masalah sampah kembali menjadi sorotan di lingkungan UIN Bandung, khususnya di sekitar Gedung U pada Jumat (22/5/2026). Kondisi lingkungan kampus terlihat kotor dan tidak rapi. Kekurangan fasilitas dan kesadaran masyarakat kampus diduga menjadi poin utama pencemaran sampah plastik dan sampah organik.

Jika berjalan mengitari area Gedung U, pemandangan kurang sedap langsung terlihat. Di bawah pepohonan yang seharusnya asri, justru tampak botol plastik dan sampah bekas makanan yang berserakan. Sampah tisu juga puntung rokok juga ditemukan di sekitar ruang kelas, mengganggu kenyamanan selama perkuliahan berlangsung.

Petugas kebersihan, Entin menyampaikan bahwa kampus telah memberikan fasilitas yang cukup, salah satunya tempat sampah terpilah di beberapa titik. Namun, fasilitas tersebut sempat dipindahkan tanpa izin oleh oknum mahasiswa untuk keperluan tertentu dan tidak pernah dikembalikan. Rendahnya kesadaran masyarakat kampus yang tetap meninggalkan sampah sembarangan.

“Pernah saya melihat langsung anak-anak entah mau dibikin konten atau dipindahkan, kita tidak tahu. Setelah kita crosscheck lagi sudah tidak ada tempat sampahnya. Bahkan ada mahasiswa yang menyimpan puntung rokok atau bekas makan di tengah jalan,” ujar Entin dengan nada kecewa.

Entin juga menjelaskan bahwa dari sisi operasional internal, petugas kebersihan selalu mengangkut dan memilah sampah setiap harinya. Namun, diperlukan pula kerja sama dari seluruh masyarakat kampus terutama mahasiswa untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan.

Di sisi lain, Alya selaku mahasiswa dan pengguna fasilitas merasa jarak antara tempat sampah di UIN Bandung terlampau jauh dan terbatas. Mereka merasa pengadaan fasilitas belum terpenuhi, apalagi banyaknya mahasiswa yang beraktivitas setiap harinya. Sehingga cukup sulit untuk buang sampah pada tempatnya.

“Jujur untuk kebersihan masih kurang ya. Kayak hanya ada dibeberapa tempat sampah tuh beberapa tempat yang memang jauh. Terus karena kurangnya tempat sampah, jadi tempat sampah sering meluber juga, membuat sampah banyak berceceran karena kita mau buang,” ungkap Alya.

Mahasiswa UIN Bandung lainnya, Raya dan Mutia juga menambahkan kesaksian dengan membandingkan tata kelola fasilitas kebersihan yang ia lihat di kampus lain seperti ITB, di mana tempat sampah disediakan di setiap jarak 10 meter. Menurut mereka UIN Bandung perlu memperbaiki sistem pengadaan fasilitas kebersihan agar mahasiswa lebih mudah membuang sampah pada tempatnya. 

Persoalan sampah di lingkungan UIN Bandung pada akhirnya menjadi tanggung jawab pihak kampus dan pihak mahasiswa. Selama sistem pengadaan sarana kebersihan belum merata dan kurangnya kesadaran individu maka masalah kebersihan lingkungan ini tidak akan selesai. 

Harapannya, pihak kampus dapat menambah fasilitas. Diikuti kesadaran untuk lebih menghargai peran petugas kebersihan dengan cara ikut berkontribusi menjaga lingkungan. Sehingga menciptakan lingkungan kampus yang sehat, nyaman dan aman.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama