JURNALPOSMEDIA.COM – Di tengah perkembangan zaman dan pesatnya arus komunikasi internasional, generasi muda dituntut untuk mampu berpikir kritis, berani bersuara, serta memahami berbagai persoalan global. Bagi sebagian besar anak muda, berbicara di forum internasional mungkin terdengar menegangkan. Namun, melalui Model United Nations (MUN) justru menjadi sebuah ruang belajar sekaligus menyuarakan gagasan terkait isu-isu global.
Aulia Hayyu Fidinillah, yang akrab disapa Afi merupakan mahasiswi Ilmu Komunikasi Jurnalistik UIN Bandung. Ia telah mengikuti kompetisi MUN sejak dirinya berusia 15 tahun hingga saat ini. Keinginannya untuk mengikuti kompetisi MUN ialah sebatas agar bisa berbahasa Inggris. Namun, ketidaksengajaan tersebut justru membawanya pada berbagai pengalaman berharga.
Model United Nations (MUN) ialah kompetisi dimana peserta berperan sebagai delegasi negara anggota PBB. Dalam kompetisi ini, peserta mendiskusikan isu global dan mencari solusi atas permasalahan dunia. Kompetisi MUN diselenggarakan dalam berbagai skala, mulai dari nasional hingga internasional.
Menurut Afi, kompetisi MUN bukan hanya sekedar kompetisi biasa, disana ia mengenal isu-isu global dari berbagai negara, belajar bagaimana rasanya menjadi seorang diplomat dari sebuah negara, juga bisa mengenal banyak teman baru dari dalam maupun luar negeri.
“Kompetisi MUN itu seru banget, disitu kamu akan terdorong buat terus terus bisa, terus terus belajar karena disitu kamu akan ketemu dengan orang yang satu visi dengan kamu,” ungkapnya saat diwawancarai, Rabu(13/5/2025).
Afi menjelaskan, sebelum mengikuti kompetisi, peserta biasanya mendapatkan guidebook sebagai acuan. Ia juga melakukan riset mendalam terkait isu yang akan dibahas.
Dalam perjalanannya, Afi mengaku sempat mengalami kesulitan, terutama dalam memahami percakapan berbahasa Inggris dengan berbagai aksen peserta. Hal tersebut sempat menjadi tantangan saat konferensi berlangsung.
Namun, dirinya tak menyerah begitu saja, dari situlah ia belajar lebih banyak dari pengalaman pertama nya dan menyiapkan persiapan lebih matang di kompetisi MUN berikutnya. Dengan itu ia merasa bahwa pencapaian nya saat ini bukanlah suatu hal yang mudah dan singkat.
“Pesan buat teman teman, jangan putus asa untuk terus mencari jati diri kamu, coba banyak hal dan jangan takut buat mencoba, karena siapa tau dengan mencoba kita menemukan jalan yang diraih,” ungkapnya.
Melalui kompetisi MUN, generasi muda tidak hanya belajar tentang diplomasi dan isu internasional. Tetapi juga, membangun rasa kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian dalam menyampaikan pendapat.
Kompetisi ini menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menjadi agen perubahan dan membawa gagasan baru untuk menghadapi tantangan global. Dengan semangat belajar dan berkembang, kompetisi MUN bisa menjadi langkah awal untuk memberikan kontribusi positif di tingkat internasional
















